Godzilla Ancam Batang, BMKG Prediksi Kemarau 2027 Lebih Parah, Ini Kata BPBD
Kepala BPBD Kabupaten Batang Nurdyansah-ist-
BATANG, diswayjateng.id – Terik matahari mulai mendominasi langit Kabupaten BATANG. Udara terasa semakin panas sejak memasuki Juli 2026. Kondisi itu menandai musim kemarau mulai benar-benar dirasakan masyarakat.
Namun, kemarau tahun ini disebut bukan kemarau biasa. BMKG memperkenalkan istilah Godzilla untuk menggambarkan cuaca yang lebih panas dari biasanya.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Batang, Wawan Nurdiansyah, mengatakan istilah itu disampaikan BMKG saat koordinasi bersama BPBD se-Jawa Tengah. "BMKG menyampaikan istilah Godzilla sebagai ilustrasi bahwa kemarau tahun ini diprediksi lebih panas," katanya saat ditemui di kantornya, Kamis 9 Juli 2026.
Menurut Wawan, awal musim kemarau sebenarnya dimulai sejak Juni. Namun, dampaknya baru terasa nyata pada Juli karena hujan sudah tidak lagi mengguyur sebagian besar wilayah Batang.
BACA JUGA: Disdikbud Batang Sebut Seragam Sekolah Gratis Dikebut Jelang Tahun Ajaran Baru
BACA JUGA: Dapat SP 1, PKL Depan RSUD Kalisari Batang Akan Dipindah ke Pujasera
Ia meminta masyarakat tidak menganggap remeh kondisi tersebut. Suhu panas saat ini belum mencapai puncaknya.
BPBD memperkirakan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus 2026. Pada periode itu, suhu udara diprediksi semakin tinggi dan curah hujan semakin rendah.
Lebih mengkhawatirkan lagi, BMKG memprediksi musim kemarau 2027 berpotensi lebih berat. Penyebabnya ialah cadangan air diperkirakan berkurang akibat hujan awal tahun yang lebih sedikit.
Menurut Wawan, stok air tanah akan menurun ketika memasuki musim kemarau mendatang. Kondisi itu membuat risiko kekeringan lebih besar dibandingkan tahun ini.
BACA JUGA: Lelang Dini DPUPR Batang: 70 Persen Paket Proyek 2027 Ditarget Rampung Desember 2026
BACA JUGA: Merawat Tradisi Leluhur, 60 Kapal Iringi Sedekah Laut TPI Klidang Lor 2 Batang
Meski demikian, situasi di Kabupaten Batang masih tergolong aman. Hingga dasarian pertama Juli, BPBD belum menerima laporan kekurangan air bersih dari seluruh kecamatan.
Keberhasilan itu mengulang kondisi pada 2025. Saat itu, Kabupaten Batang tidak menetapkan status darurat kekeringan maupun krisis air bersih.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:





