Disdikbud Batang Sebut Seragam Sekolah Gratis Dikebut Jelang Tahun Ajaran Baru
Kadisdikbud Batang Bambang Suryantoro Sudibyo-Disway Jateng/ Bakti Buwono-
BATANG, diswayjateng.id – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru pada Senin 13 Juli 2026 mendatang, program seragam gratis Pemkab BATANG masih dalam proses penjahitan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang memastikan sebagian besar seragam sudah berada di tangan para penjahit dan ditargetkan selesai sebelum hari pertama masuk sekolah.
Kepala Disdikbud Kabupaten Batang, Bambang Suryantoro Soedibyo, mengatakan mayoritas siswa telah menjalani pengukuran seragam saat proses daftar ulang. Tahapan tersebut dilakukan lebih awal agar penjahit memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikan seluruh pesanan.
"Seragam saat ini sudah di penjahit. Pada saat monitoring dan evaluasi ke beberapa sekolah, pengukuran sudah dilakukan saat daftar ulang. Harapannya nanti saat masuk sekolah tanggal 13 Juli seragam sudah bisa dipakai," kata Bambang, Rabu 8 Juli 2026.
BACA JUGA: Haul Bawang di Batang, Cerita Perjuangan Ulama yang Tak Pernah Usai
BACA JUGA: Cerita Penjahit Batang ingin Rasakan Cuan dari Seragam Sekolah Gratis
Meski demikian, Disdikbud telah menyiapkan langkah antisipasi apabila masih ada seragam yang belum selesai dijahit. Selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), siswa tetap diperbolehkan mengenakan seragam lama tanpa dikenai sanksi.
"Kalau memang ada yang terlambat karena proses penjahitan, siswa masih diperkenankan memakai seragam lama, misalnya seragam SD. Selama lima hari MPLS itu tidak menjadi masalah," ujarnya.
Bambang menjelaskan keterlambatan yang mungkin terjadi bukan disebabkan persoalan distribusi program. Kendala utama berasal dari tingginya jumlah pesanan yang harus diselesaikan penjahit lokal dalam waktu yang relatif singkat.
Menurutnya, setiap penjahit memiliki kemampuan produksi yang berbeda. Sebagian di antaranya baru pertama kali menerima pesanan dalam jumlah besar sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan pekerjaan.
BACA JUGA: Haul Bawang di Batang, Cerita Perjuangan Ulama yang Tak Pernah Usai
BACA JUGA: Drone Bikin Petani Batang Tak Lagi Mandi Pestisida, Semprot Sawah Cuma 30 Menit
Selain kapasitas produksi, persoalan permodalan juga menjadi tantangan tersendiri. Para penjahit harus terlebih dahulu menyediakan bahan dan biaya operasional, sementara pembayaran baru diterima setelah seluruh pesanan selesai diserahkan kepada sekolah.
"Ada penjahit yang memang belum terbiasa menjahit dalam jumlah banyak dalam waktu singkat. Dari sisi modal juga ada yang terbatas karena pembayaran dilakukan setelah pekerjaan selesai," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:





