Cerita Penjahit Batang ingin Rasakan Cuan dari Seragam Sekolah Gratis
penjahit rumahan di Kabupaten Batang triana-Disway Jateng/ Bakti Buwono-
BATANG, diswayjateng.id - Program seragam sekolah gratis yang digagas Pemerintah Kabupaten BATANG mendapat sambutan positif dari para penjahit rumahan. Mereka menilai kebijakan itu dapat membantu meringankan beban orang tua siswa sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha jahit lokal.
Sejumlah penjahit rumahan mengaku ingin merasakan program itu. Saat ini, awal tahun ajaran baru, pesanan yang mereka kerjakan masih didominasi pelanggan perorangan, bukan dari pengadaan seragam gratis pemerintah.
Pipih Sofia, penjahit rumahan di Dukuh Legoksari, Kelurahan Proyonanggan Tengah, Kecamatan Batang, mengatakan pesanan tahun ini masih cukup stabil. Selain seragam sekolah, ia juga mengerjakan pakaian pengantin, bridesmaid, hingga batik.
"Alhamdulillah lumayan. Untuk seragam sekolah sekitar 20 potong. Kalau bahan sudah dipotong semua, sehari bisa menyelesaikan tiga setel,"ujar Pipih Selasa 7 Juli 2026.
BACA JUGA: Tragis! Terjebak Kebakaran Kebun Tebu, Petani Lansia di Batang Ditemukan Tewas
BACA JUGA: Terlihat Dangkal, Ternyata Mematikan! BPBD Batang Ingatkan Bahaya Bendungan Kramat
Pipih menjelaskan, ongkos jahit yang dipatok sekitar Rp125 ribu per setel. Dalam musim penerimaan siswa baru, ia mampu mengerjakan sekitar 20 potong seragam sekolah dengan kapasitas tiga setel per hari apabila seluruh bahan telah dipersiapkan.
Meski mengetahui adanya program seragam sekolah gratis yang disebut melibatkan penjahit lokal, Pipih mengaku belum pernah menerima pesanan dari pemerintah daerah. Pelanggan yang datang hingga kini masih merupakan pelanggan tetap seperti tahun-tahun sebelumnya.
"Saya belum dapat. Yang datang tetap pelanggan perorangan seperti biasanya,"katanya.
Rumah Pipih berjarak sekitar 200 meter dari tembok sekolah terdekat. Walaupun belum ikut terlibat dalam program tersebut, Pipih berharap usahanya terus berkembang. Ia ingin jasa jahitnya tetap ramai sehingga dapat menjadi sumber penghasilan yang stabil bagi keluarganya.
BACA JUGA: Dapat Rp108 miliar, PAD Batang Belum Gaspol! PBB dan Opsen PKB Jadi PR
BACA JUGA: Haul Bawang di Batang, Cerita Perjuangan Ulama yang Tak Pernah Usai
Harapan serupa disampaikan Sriana, penjahit rumahan asal Dracik, Kelurahan Proyonanggan Selatan, Kecamatan Batang. Menurutnya, musim penerimaan peserta didik baru selalu menjadi periode paling sibuk bagi para penjahit.
Saat ini Sriana menerima pesanan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah, hingga pondok pesantren. Khusus dari salah satu pondok pesantren, ia memperoleh pesanan sebanyak 82 potong seragam sehingga total pekerjaannya kini mencapai lebih dari 100 potong.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:





