Anggaran Seret, Warga Jembayat Tegal Patungan Perbaiki Jalan Rusak
PERBAIKI JALAN - Ratusan warga gotong royong perbaiki jalan rusak di RW 10 Desa Jembayat, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Minggu (5/7/2026).-Yeri Noveli/Radar Tegal Grup-
MARGASARI, diswayjateng.id – Ketika anggaran pemerintah tersendat akibat kebijakan efisiensi, warga Dukuh Bukasari, Desa Jembayat, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. memilih tidak berpangku tangan. Mereka membuktikan semangat gotong royong yang kental khas warga Jembayat Tegal dengan patungan memperbaiki jalan rusak yang selama puluhan tahun menyulitkan mobilitas harian mereka.
Sejak Minggu, 5 Juli 2026, sekitar 400 warga RW 10 turun ke jalan sejak pukul 06.30 WIB hingga menjelang malam pukul 21.00 WIB. Bukan untuk berdemonstrasi atau melayangkan protes keras, melainkan mengaduk semen, mengangkut material, dan meratakan cor beton secara mandiri di Jalan Kali Mudal, akses penghubung RT 02 dan RT 04 yang juga menjadi jalur urat nadi menuju Desa Karangdawa.
Ketua RW 10 Desa Jembayat, Suherman, mengungkapkan bahwa inisiatif ini murni lahir dari rasa empati warga terhadap kondisi keuangan daerah sekaligus kebutuhan mendesak akan infrastruktur yang aman. Kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut selama ini kerap memicu kecelakaan bagi pengendara roda dua.
"Jalan ini sudah puluhan tahun rusak. Karena kondisi keuangan pemerintah sedang sulit dan banyak anggaran yang terkena efisiensi, akhirnya warga berinisiatif iuran untuk memperbaiki jalan ini. Kami ingin ikut membantu meringankan beban pemerintah," ujar Suherman dengan nada lugas namun penuh pengertian saat ditemui di lokasi kerja bakti.
BACA JUGA:Dihina dan Diintimidasi Keluarga Pasien, Dokter di Tegal Pilih Jalur Hukum
BACA JUGA:DLH Kabupaten Tegal Intensifkan Pendampingan Sekolah Adiwiyata
Swadaya Rp40 Juta Guna Selesaikan Masalah Jalan Rusak di Tegal
Dana pembangunan infrastruktur ini sepenuhnya bersumber dari swadaya murni masyarakat setempat. Sebanyak 190 kepala keluarga (KK) di wilayah RT 02 dan RT 04 sepakat menyisihkan uang pribadi masing-masing sebesar Rp100 ribu lebih per KK, ditambah uluran tangan dari sejumlah donatur. Total dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp40 juta.
Uang puluhan juta rupiah tersebut kemudian dikonversi menjadi material beton untuk mengecor jalan sepanjang 200 meter dengan lebar tiga meter. Konstruksi beton dipilih agar jalan lebih kokoh dan tidak mudah hancur saat memasuki musim penghujan kelak.
Langkah taktis warga ini didasari atas fungsi krusial Jalan Kali Mudal. Jalur tersebut bukan sekadar penghubung antardukuh, melainkan urat nadi utama bagi masyarakat untuk menuju lahan pertanian, sekolah, fasilitas kesehatan, pusat perkantoran, hingga akses ke desa tetangga.
Salah seorang warga, Putri Zuhrotun Nisa, menuturkan bahwa gerakan ini adalah cerminan nyata dari tingginya rasa kepedulian sosial masyarakat di akar rumput yang enggan pasrah pada keadaan.
BACA JUGA:Titik Rawan Pilkades Serentak 2027 di Tegal Terpetakan, Polres Siap Kawal Seluruh Tahapan
BACA JUGA:Dinkes Kabupaten Tegal Bekali Kebijakan Pelayanan Kesehatan Reproduksi Bagi Calon Pengantin
"Jalan ini sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat, mulai dari ekonomi, pertanian, pendidikan, kesehatan hingga perkantoran. Seluruh biaya berasal dari swadaya warga RW 10. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap pembangunan lingkungan," jelas Putri.
Melalui perbaikan jalan secara mandiri ini, warga berharap aspek keselamatan berkendara dapat meningkat dan roda perekonomian lokal kembali berputar lancar tanpa hambatan kubangan jalan. Lebih dari itu, aksi turun ke jalan ini justru semakin merekatkan hubungan persaudaraan dan kebersamaan antarwarga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



