HUT disway jateng

Gunung Merapi Erupsi Semburkan Awan Panas 2.000 Meter, Warga Magelang Diminta Waspada

Gunung Merapi Erupsi Semburkan Awan Panas 2.000 Meter, Warga Magelang Diminta Waspada

Awan panas guguran dan lava pijar Gunung Merapi terlihat meluncur ke arah barat daya pada 6 Juli 2026. Status Siaga, warga diminta tetap waspada-diswayjateng/Muharom Adi Yuliarta-

MAGELANG, diswayjateng.id — Aktivitas vulkanik di Gunung Merapi kembali meningkat pada Senin, 6 Juli 2026 pagi hingga siang hari. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan terjadi dua kali awan panas guguran serta puluhan luncuran lava pijar yang mengarah ke sektor barat daya.

Berdasarkan laporan aktivitas periode 06.00–12.00 WIB, awan panas guguran pertama tercatat terjadi sekitar pukul 08.28 WIB. Selang beberapa waktu, erupsi serupa kembali terjadi dengan intensitas yang masih signifikan. Kedua awan panas tersebut memiliki amplitudo seismik cukup besar, yakni 30–37 milimeter, dengan durasi getaran 104–125 detik.

Jarak luncur awan panas guguran juga cukup jauh, masing-masing mencapai sekitar 1.700 meter untuk kejadian pertama dan 2.000 meter pada kejadian kedua. Keduanya terarah ke sektor barat daya, mengikuti alur sungai-sungai hulu di kawasan tersebut.

Petugas Pusdalops PB BPBD Kabupaten Magelang, Rian Kurniawan, menjelaskan bahwa material panas tersebut mengalir menuju dua jalur utama, yakni hulu Kali Putih (sering disebut Kali Sat) dan Kali Krasak. Selain itu, aktivitas juga memicu guguran lava pijar yang terpantau sebanyak delapan kali dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.500 meter.

BACA JUGA: Terlihat Dangkal, Ternyata Mematikan! BPBD Batang Ingatkan Bahaya Bendungan Kramat

BACA JUGA: Hari Keempat Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Asemdoyong Pemalang Nihil, BPBD: Laut yang Disisir San

“Dua awan panas guguran terpantau mengarah ke sektor barat daya, dengan dampak guguran lava pijar yang cukup intens sepanjang pagi hingga siang,” ujarnya.

Status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Kondisi ini menunjukkan potensi erupsi eksplosif dan guguran awan panas masih dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di sektor selatan dan barat daya.

“Hingga saat BPBD Kabupaten Magelang belum atau tidak menerima informasi dampak hujan abu dari awan panas guguran Merapi tadi pagi,” ungkapnya.

Menanggapi situasi tersebut, BPBD Kabupaten Magelang bersama BPPTKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya warga yang berada di sekitar alur sungai yang berhulu di Merapi seperti Kali Bebeng, Kali Krasak, dan Kali Boyong.

BACA JUGA: Anak Tenggelam di Sungai Pemali Margasari Tegal Ditemukan Meninggal, Ini Kronologi Versi BPBD

BACA JUGA: Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Parah, Purworejo Gerak Cepat Kirim Ribuan Liter Air Bersih ke Warga

Masyarakat juga diminta untuk selalu menyiapkan masker guna mengantisipasi potensi paparan abu vulkanik, serta menghindari aktivitas di radius bahaya yang saat ini direkomendasikan berada pada kisaran 3 hingga 7 kilometer dari puncak, tergantung sektor.

“Untuk imbauan masyarakat, sesuai dengan rekomendasi BPTKG untuk menjauhi area bahaya di sekitar Puncak Gunung Merapi atau aliran sungai yang berhulu di Merapi,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait