HUT disway jateng

Isi Masa Libur, MI Miftakhul Ulum Kebandingan Belajar Olah Sampah Plastik Menjadi Ecobrick

Isi Masa Libur, MI Miftakhul Ulum Kebandingan Belajar Olah Sampah Plastik Menjadi Ecobrick

ANTUSIAS – Murid MI Miftakhul Ulum mengikuti giat edukasi lingkungan dengan praktik membuat ecobrick. -Hermas Purwadi/Radar Slawi-

SLAWI, diswayjateng– Mengisi masa libur sekolah, Bank Sampah Melingkar Desa Kebandingan Kabupaten Tegal binaan Rumah Zakat bersama PT Paragon Corp menggelar kegiatan edukasi lingkungan bagi murid MI Miftakhul Ulum.

Tema kegiatan kali ini adalah pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick sebagai upaya menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak usia dini.  

Relawan Rumah Zakat sekaligus pimpinan Bank Sampah Melingkar, Azis Alghifari, menjelaskan kegiatan diawali dengan materi tentang permasalahan sampah plastik, dampaknya terhadap lingkungan, serta pentingnya memilah dan mengelola sampah dari sumbernya.

BACA JUGA:Kurikulum Sampah Bank Sampah Induk Berseri Jepara Segera Diterapkan di Sekolah

Para siswa kemudian mempraktikkan pembuatan ecobrick menggunakan kemasan plastik bekas makanan ringan yang dibersihkan, digunting kecil, lalu dipadatkan ke dalam botol plastik hingga mencapai kepadatan tertentu.  

BACA JUGA:Wali Kota Semarang Dorong Bank Sampah Jadi Ujung Tombak Pengendalian Sampah Kota 

“Melalui kegiatan ini, para siswa dikenalkan bahwa sampah plastik tidak selalu berakhir di tempat pembuangan, tetapi bisa dimanfaatkan kembali menjadi produk bernilai guna. Ecobrick dapat dijadikan bahan dasar pembuatan kursi, meja, pembatas taman, hingga media kreasi lainnya,” ungkap Azis, Senin (6/7).  

BACA JUGA:Luncurkan Bank Sampah, Dedy Minta Warga Kelola Bank Sampah

Selama kegiatan, murid menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka aktif mengikuti setiap tahapan, mulai dari menyiapkan plastik hingga memadatkannya ke dalam botol.

Suasana belajar menjadi menyenangkan sekaligus memberikan pengalaman langsung dalam perilaku ramah lingkungan.  

“Kami berharap edukasi ini mampu membentuk karakter peduli lingkungan pada generasi muda. Dengan membiasakan pengelolaan sampah sejak dini, para siswa diharapkan menjadi pelopor perubahan di lingkungan keluarga maupun sekolah serta berkontribusi mengurangi pencemaran akibat sampah plastik,” tambahnya.  

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: