HUT disway jateng

Libur Sekolah, Omset Pedagang Pasar di Kebumen Menurun

Libur Sekolah, Omset Pedagang Pasar di Kebumen Menurun

Aktivitas jual beli di Pasar Tumenggungan, Kebumen, mengalami penurunan selama libur sekolah. Tidak beroperasinya dapur SPPG membuat permintaan bahan pangan berkurang, sehingga omset pedagang menurun. -diswayjateng/Muharom Adi Yuliarta-

KEBUMEN, diswayjateng.id – Libur sekolah tak hanya berdampak pada aktivitas belajar mengajar, tetapi juga memukul roda perekonomian di pasar tradisional. Tidak beroperasinya dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama masa liburan membuat omset para pedagang di sejumlah pasar di Kabupaten Kebumen turun drastis.

Kondisi ini bahkan memicu penurunan harga sejumlah kebutuhan pokok, terutama cabai dan sayuran hijau.

Seperti yang terlihat di Pasar Tumenggungan, Kebumen, Senin (6/7/2026) pagi. Sejumlah pedagang mengaku penjualan mereka merosot sejak dapur SPPG berhenti beroperasi selama libur sekolah.

Salah seorang pedagang ayam potong, Badriyah, mengatakan sudah hampir dua pekan omzet penjualannya menurun tajam. Selain jumlah pembeli yang berkurang, harga ayam potong eceran juga mengalami penurunan, dari Rp34 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram.

BACA JUGA: Korupsi Kredit Rp5,2 Miliar, 6 Mantan Pegawai Bank Pasar Semarang Divonis 1,6 Tahun Penjara

BACA JUGA: Pedagang Perlengkapan Sekolah di Kebumen Mengeluh Sepi Pembeli Jelang Tahun Ajaran Baru 2026

"Omset penjualan menurun. Harganya juga turun, sudah mau dua minggu. Kemarin Rp34 ribu, sekarang tinggal Rp32 ribu per kilogram. Kalau nanti MBG belum berjalan lagi, kemungkinan bisa turun lagi," kata Badriyah.

Penurunan penjualan juga dirasakan para pedagang sayur. Tria menyebut berkurangnya permintaan membuat harga sejumlah komoditas ikut merosot. Cabai rawit yang sebelumnya dijual Rp60 ribu per kilogram kini turun hingga Rp45 ribu per kilogram.

Tak hanya cabai, harga brokoli juga turun cukup tajam dari Rp30 ribu menjadi Rp20 ribu per kilogram. Sementara itu, beberapa komoditas justru mengalami kenaikan harga. Wortel naik dari Rp12 ribu menjadi Rp16 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih naik dari Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.

"Alhamdulillah harga sayuran mulai turun. Cabai rawit yang tadinya Rp60 ribu sekarang ada yang Rp50ribu ada yang  Rp45 ribu. Cabai keriting, cabai merah besar, kembang kol, dan brokoli juga turun. Kalau brokoli dulu Rp30 ribu sampai Rp35 ribu, sekarang tinggal Rp20 ribu per kilogram. Yang masih mahal justru wortel," ujar Tria.

Di sisi lain, turunnya harga kebutuhan pokok disambut baik oleh masyarakat. Salah seorang pembeli, Fitriani, mengaku pengeluaran belanja rumah tangganya menjadi lebih hemat dibandingkan sebelumnya.

BACA JUGA: Harga Telur Anjlok di Kebumen, Peternak Menjerit Saat Produksi Justru Melimpah

BACA JUGA: Libur Sekolah 2026, Pantai Mliwis Kebumen Banjir Wisatawan, Tembus 5.000 Pengunjung per Hari

"Harapan saya semoga harganya terus seperti ini, jangan naik lagi seperti kemarin-kemarin. Sekarang lebih hemat, biasanya belanja Rp60 ribu, sekarang Rp40 ribu sudah dapat kebutuhan yang lengkap," ujarnya.

Para pedagang berharap dapur SPPG dapat kembali beroperasi setelah masa libur sekolah berakhir. Mereka optimistis aktivitas tersebut akan meningkatkan permintaan bahan pangan dan membantu mengembalikan omset penjualan yang sempat merosot.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait