Produk UMKM Jepara Sulit Tembus Toko Modern, Dekrasnasda Berbagi Jurus Sakti
Produk UMKM Jepara dilakukan proses kurasi oleh Dekranasda--
JEPARA, diswayjateng.id- Berbagai kendala pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) produk makanan yang sulit menembus jaringan toko modern, membuat prihatin Dewan Kerajinan Nasional Daerah atau Dekranasda setempat.
Tim Dekranasda turun tangan dengan menerapkan program kurasi produk makanan karya UMKM Jepara. Kurasi produk merupakan proses penyortiran, pengecekan dan evaluasi barang, untuk memastikan kualitas, kelayakan, dan kesesuaiannya sebelum dipasarkan.
Program kurasi produk menjadi langkah strategis meningkatkan kualitas, daya saing, dan perluasan akses pasar bagi produk-produk lokal Jepara. 
Laila Witiarso Utomo sharring wawasan dengan pelaku UMKM Jepara--
Ratusan pelaku UMKM sektor makanan pun diundang mengikuti 'Pelatihan dan Pendampingan Kurasi Produk UMKM Makanan untuk Menembus Pangsa Pasar Toko Modern', di Aula Galeri Dekranasda Jepara.
Dalam pelatihan itu, peserta diajari proses kurasi dengan menilai berbagai aspek penting. Mulai dari kualitas produk, cita rasa, keamanan pangan, desain kemasan, legalitas usaha, hingga kesiapan produksi dalam jumlah yang berkelanjutan.
Produk yang dinyatakan lolos kurasi, maka berpeluang dipasarkan di jaringan ritel modern seperti minimarket dan supermarket.
BACA JUGA:Jeruk Pamelo dan Tape Gembong Khas Pati Unjuk Pamer di Jateng Fair 2026
BACA JUGA:Kemenpora Bongkar Strategi Cetak Atlet Juara di Universitas Safin Pati
Jajanan khas buatan UMKM Jepara yang selama ini menjadi oleh oleh yakni krupuk tengiri, kacang oven, kripik ikan wader, kopi papasan, dan jajanan kering lainnya.
"Jangan merasa kecil hanya karena usaha masih rumahan. Banyak produk lokal yang kini mampu bersaing di pasar nasional, asal mau berinovasi," ujar Ketua Dekranasda Jepara, Laila Witiarso Utomo.
Laila mengatakan, program pelatihan kurasi terhadap produk UMKM menjadi kesempatan berharga bagi kalangan UMKM Jepara.
"Pelajari kiat tentang membangun citra produk, strategi pemasaran, serta persyaratan agar produk dapat diterima di toko modern, " pinta Laila pada Sabtu (4/7/2026).
Setelah pelatihan ini, Laila berharap tidak ada lagi produk yang berhenti berkembang hanya karena persoalan kemasan, label, legalitas atau kurang memahami kebutuhan pasar. Karena itu, Dekranasda Jepara terus hadir sebagai mitra bagi pelaku UMKM.
"Kita ingin semakin banyak produk makanan khas Jepara yang tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi mampu mengisi rak-rak toko modern, menjadi pilihan masyarakat, bahkan menembus pasar lebih luas,"pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:





