Drainase Simpang Lima Dikuras Total, DPU Semarang Angkat Sedimen dan Sampah dari Gorong-Gorong
DPU Kota Semarang mengeruk sedimen dan membersihkan sampah di drainase Simpang Lima -Dok. DPU Kota Semarang-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, Diswayjateng.id - Pengerukan sedimen dan pembersihan sampah di saluran drainase kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, telah dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang untuk meningkatkan kelancaran aliran air sekaligus menekan potensi genangan ketika hujan turun. Langkah tersebut difokuskan pada saluran yang selama ini menjadi jalur utama pembuangan air di kawasan pusat kota.
Endapan tanah dan berbagai jenis sampah yang menghambat kapasitas drainase telah diangkat dari dalam saluran. Material yang menumpuk dinilai berpotensi memperlambat aliran air sehingga pemeliharaan rutin terus dilakukan sebagai bagian dari upaya pengendalian genangan di kawasan Simpang Lima Semarang.
Selain pengerukan sedimen, pemeliharaan infrastruktur drainase juga dilakukan melalui perbaikan grill atau penutup saluran pada sejumlah titik. Perawatan tersebut ditujukan agar sistem penyaringan sampah tetap berfungsi optimal sehingga aliran air menuju gorong-gorong tidak terganggu.
Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, mengatakan pekerjaan difokuskan pada saluran drainase di sekitar Simpang Lima yang memerlukan pembersihan sedimen agar kapasitas saluran kembali maksimal.
"Hari ini dilakukan pembersihan sedimen saluran di seputar Simpang Lima agar air bisa lancar mengalir," ujar Suwarto, Kamis (2/7/2026).
BACA JUGA:Program Piloting Digitalisasi Bansos di Kabupaten Tegal Resmi Dimulai
BACA JUGA:Al Quran Karya Perusahan Kertas di Kudus Tembus Timur Tengah, Pura Group Pastikan Halal Produknya
Menurut Suwarto, material yang paling banyak diangkat dari dasar saluran didominasi endapan tanah bercampur sampah berukuran kecil yang terbawa aliran air.
"Material yang paling banyak diangkat berupa tanah sedimen, gelas plastik, dan plastik-plastik kecil," katanya.
Ia menjelaskan, setiap pintu masuk gorong-gorong yang tertutup sebenarnya telah dilengkapi grill sebagai penyaring sampah. Namun, sampah berukuran kecil masih kerap lolos masuk ke dalam saluran sehingga terbawa aliran air dan akhirnya mengendap bersama sedimen.
"Grill di setiap pintu masuk gorong-gorong yang tertutup sudah ada. Namun memang masih ada sampah-sampah kecil yang lolos," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




