Karyawan PPPK di Purworejo Buka Warung Sembako Gratis untuk Anak Yatim
Warung sembako gratis di Desa Tridadi, Loano, Purworejo, menjadi tempat anak-anak yatim binaan Yan Budi Nugroho mengambil kebutuhan pokok dan perlengkapan sekolah tanpa membayar.-diswayjateng/Muharom Adi Yuliarta-
PURWOREJO, diswayjateng.id – Seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Sekretariat Daerah Purworejo, Yan Budi Nugroho membuat warung sembako gratis khusus untuk anak-anak yatim. Warung resebut dibuka di Desa Tridadi, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan sekolah dapat diambil secara cuma-cuma oleh anak-anak yatim binaannya di warung tersebut.
"Ini sebenarnya kegiatan rutin tahunan lebaran anak yatim. Tahun ini yang kedelapan. Saya punya konsep membuka warung sembako gratis untuk anak yatim," kata Yan Budi, Rabu, 1 Juli 2026.
Yan mengatakan, warung tersebut menjadi cara baru dalam menyalurkan bantuan kepada anak-anak yatim yang selama ini didampinginya. Selama delapan tahun terakhir, ia rutin mengunjungi rumah-rumah anak yatim untuk mengantarkan bantuan secara langsung.
BACA JUGA: Lebaran Yatim dan Disabilitas 2026 Kota Tegal: Kemenag dan Baznas Salurkan Santunan
BACA JUGA: 1.000 Anak Yatim Terima Santunan, Agustina Resmikan E-SANKEM untuk Permudah Bantuan Kematian
Namun, seiring bertambahnya jumlah anak binaan dan keterbatasan waktu, ia memutuskan menghadirkan sistem yang lebih efektif dengan membuka warung gratis yang dapat diakses kapan saja saat dibutuhkan.
"Kalau saya harus berkunjung setiap bulan, kadang habis waktunya. Tujuannya sekarang supaya lebih dekat secara emosional. Mereka juga dapat berkenalan dengan keluarga saya. Jadi ketika mereka butuh, bisa langsung datang dan mengambil," ujarnya.
Saat ini, Yan mendampingi sekitar 30 anak yatim yang berasal dari tujuh desa. Sebanyak 22 anak menjadi penerima bantuan rutin, sedangkan delapan lainnya akan dibantu sesuai kemampuan anggaran dan ketersediaan donasi.
Anak-anak tersebut berasal dari berbagai jenjang usia, mulai balita hingga remaja yang akan memasuki bangku SMP. Sebagian di antaranya tinggal cukup jauh dari rumah Yan, bahkan ada yang berjarak hampir sembilan kilometer di wilayah Kaliwader, Kecamatan Bener.
BACA JUGA: Sinergi Kejari, Dinsos, dan PA Slawi Amankan Perwalian Anak Yatim dan Terlantar di Tegal
BACA JUGA: Dari Sepasang Sepatu ke Cita-cita Tinggi, Cara Agustina Bangun Semangat Anak Yatim Semarang
Di tengah kesibukannya sebagai Pegawai PPPK, Yan tetap menyempatkan diri mengantar bantuan setelah pulang bekerja. Bahkan, ia kerap berangkat sejak dini hari untuk mengunjungi anak-anak binaannya sebelum memulai aktivitas di kantor.
"Saya harus bekerja secara profesional. Tapi ketika ada amanah untuk menyampaikan bantuan kepada anak-anak, saya juga harus meluangkan waktu," katanya.
Kegiatan sosial yang dijalankan Yan mendapat dukungan penuh dari ibundanya, Dewi Aminasih, seorang guru taman kanak-kanak yang akan memasuki masa pensiun. Dewi mengaku kerap membangunkan putranya pada dini hari ketika harus mengantarkan bantuan ke rumah anak-anak yatim yang berada di lokasi cukup jauh.
"Saya sangat mendukung sekali. Kalau harus mengantar pagi-pagi, saya yang membangunkan dia. Kadang jam empat pagi sudah siap-siap," ujar Dewi.
BACA JUGA:Bantuan Baznas ke Yatim Piatu, PLT Bupati Pati: Tidak Perlu Dihadirkan dan Pertontonkan
Menurut Dewi, kepedulian terhadap anak yatim perlu terus dilakukan karena masih banyak anak yang kehilangan orang tua dan hidup dalam keterbatasan, terutama untuk memenuhi kebutuhan pendidikan.
"Kasihan kalau tidak ada yang peduli. Dalam pendidikan, makan, kebutuhan sekolah, banyak yang membutuhkan bantuan," katanya.
Selain menyediakan sembako, keluarga Yan juga berupaya memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak yatim, mulai dari sepatu, seragam hingga alat tulis. Salah satu anak yang didampingi, Wahyu, telah menerima pendampingan sejak kelas satu sekolah dasar dan kini telah melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.
Yan berharap keberadaan warung sembako gratis tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar anak-anak yatim sekaligus menggerakkan lebih banyak masyarakat untuk ikut peduli.
"Harapan saya sederhana. Saya ingin bermanfaat dan berdampak baik untuk lingkungan sekitar. Saya juga berharap warung ini bisa menggugah lebih banyak orang untuk peduli kepada anak yatim," ujarnya.
BACA JUGA:Bantuan Baznas ke Yatim Piatu, PLT Bupati Pati: Tidak Perlu Dihadirkan dan Pertontonkan
Ia menegaskan, anak-anak yatim binaannya maupun keluarga pendamping cukup datang ke warung saat membutuhkan tanpa syarat maupun transaksi apa pun.
"Kalau butuh beras, ambil beras. Kalau butuh minyak, ambil minyak. Tidak ada transaksi apa pun. Saat pembukaan kemarin kebetulan saya juga menyerahkan bantuan pendidikan bagi sebagian anak dampingan saya," katanya.
Meski demikian, Yan mengakui masih terdapat kekhawatiran mengenai keberlanjutan program tersebut. Kendati demikian, ia berkomitmen untuk terus mengupayakan agar warung sembako gratis itu tetap dapat melayani kebutuhan anak-anak yatim binaannya.
"Sebenarnya kami masih menyimpan ketakutan, karena ini awal ya, apakah nanti bisa berlanjut apa tidak. Tapi bagaimanapun akan saya usahakan buat mereka," katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


