Transformasi Digital Pemkot Tegal, Sekda: AI Bukan Gantikan ASN Tapi Percepat Layanan
PODCAST - Sekretaris Daerah Kota Tegal, drg Agus Dwi Sulistyantono, dalam Podcast Radar Tegal Televisi bertema "Transformasi ASN di Era Digital: Adaptif, Inovatif, dan Melayani." di Studio Radar Tegal Televisi, Selasa (30/6/2026).-MEIWAN DANI RISTANTO/RADAR TEGAL-
TEGAL, diswayjateng.id - Langkah taktis diambil jajaran birokrasi di pesisir Pantura. Upaya transformasi digital Pemkot Tegal kini bukan lagi sebatas adu canggih aplikasi atau pengadaan komputer baru, melainkan sebuah gerakan besar untuk mengubah cara berpikir, budaya organisasi, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Daerah Kota Tegal, drg Agus Dwi Sulistyantono MM, dalam Podcast Radar Tegal Televisi, Selasa, 30 Juni 2026. Ia menyebut bahwa aparatur sipil negara (ASN) saat ini berada di pusaran era disrupsi teknologi yang bergerak sangat masif.
"Era digital bukan hanya tentang digitalisasi layanan, tetapi transformasi cara berpikir, cara bekerja, dan budaya organisasi. Teknologi tidak akan menggantikan ASN, namun akan memperkuat peran ASN dalam pekerjaan yang membutuhkan empati, kreativitas, kepemimpinan, komunikasi, dan pengambilan keputusan," ujar Agus lugas.
Menurut Agus, tantangan ke depan memang tidak enteng. Mulai dari masyarakat yang semakin kritis, tuntutan kolaborasi lintas dinas, hingga beban kerja yang kompleks. Namun, jika disikapi dengan bijak, digitalisasi justru memangkas urusan administrasi yang berbelit-belit. Efeknya, ASN punya lebih banyak waktu untuk ngayomi dan melayani warga secara langsung.
BACA JUGA:Penolakan Tempat Hiburan Malam di Tegal: Dialog PCNU dan Pemkot Belum Temu Titik Terang
BACA JUGA:KPKNL Tegal Dongkrak Mutu Pelayanan Prima lewat Forum Konsultasi Publik
Capaian dan Inovasi Transformasi Digital Pemkot Tegal
Komitmen ini bukan sekadar omongan di atas kertas. Kota Tegal saat ini sudah mengantongi predikat indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dengan kategori 'Sangat Baik'. Layanan publik seperti kesehatan, kependudukan, ketenagakerjaan, hingga perizinan investasi kini sudah bisa diakses lewat gawai.
Tidak berhenti di situ, Pemkot Tegal juga getol meng-upgrade kemampuan SDM-nya sepanjang tahun 2026 ini. Lewat kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital, Garuda AI, serta Microsoft, para ASN dilatih memanfaatkan Generative AI hingga metode Data Driven Decision Making (DDDM) untuk mendongkrak produktivitas kerja.
"AI bukan untuk menggantikan ASN, tetapi menjadi alat bantu agar ASN bekerja lebih cepat, lebih efektif, dan lebih cerdas. Nilai-nilai kemanusiaan tetap harus menjadi fondasi utama pelayanan publik," imbuh Agus.
Ke depan, sejumlah program strategis penunjang transformasi digital Pemkot Tegal sudah antre untuk diluncurkan. Di antaranya Data Tunggal Sosial dan Ekonomi (DTSEN) agar bantuan sosial tepat sasaran, Geoportal berbasis data spasial untuk akurasi kebijakan, serta Portal Layanan Terpadu sebagai pintu tunggal informasi warga.
BACA JUGA:Kapolres Tegal Kota Ajak Wartawan Perkuat Sinergi
BACA JUGA:PAN Kota Tegal Galang Kekuatan Moral Tolak Legalisasi Minol
Agus berharap, dalam 5 hingga 10 tahun ke depan, Kota Tegal mampu menjelma sebagai pusat birokrasi modern di Jawa Tengah yang tetap humanis.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

