Dari Dapur Sederhana, Kampung Jamu Lopait Semarang Menembus Pasar Bersama BRI
Perajin jamu tradisional Desa Lopait Kabupaten Semarang beberapa waktu lalu-Disway Jateng/ Bakti Buwono-
SEMARANG, diswayjateng.id - Aroma kunyit dan kencur menguar sejak fajar menyelimuti Desa Lopait Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Dapur-dapur sederhana kembali menghidupkan warisan jamu tradisional setiap pagi.
"Banyak warga kami menjadi penjual jamu dan BRI sangat membantu pengembangannya," kata Plt Direktur BUMDes Lopait Karya Mandiri Sejahtera, Yamsiha.
UMKM jamu menjadi identitas ekonomi sekaligus kebanggaan masyarakat Desa Lopait. Puluhan keluarga menggantungkan penghasilan dari usaha turun-temurun tersebut.
Sejak dini hari, para perajin mulai merebus aneka rempah pilihan. Kunyit, kencur, asam jawa, dan gula aren menjadi bahan utama.
BACA JUGA: Efek Kawasan Industri, BRI Catat Permintaan KPR Subsidi Batang Melonjak
Seluruh racikan dibuat menggunakan resep keluarga yang diwariskan lintas generasi. Sebagian besar perajin tetap mempertahankan cara produksi tradisional.
Mesin giling membantu mempercepat sebagian proses produksi. Namun aroma rempah tetap dijaga melalui pengolahan alami.
Para perajin tidak menggunakan bahan pengawet. Mereka memilih menjual jamu segar setiap hari.
Konsumen justru menyukai cita rasa alami tersebut. Dalam sekali produksi, puluhan liter jamu berhasil dibuat.
BACA JUGA: Bukan Motor atau Gawai, GenZ Batang Kini Berburu Rumah Lewat KPR BRI
BACA JUGA: Saat BRI Batang Layani Warga Binaan Lapas Lewat Perbaikan Masjid At Taubah
Jenis paling diminati ialah kunyit asam dan beras kencur. Jamu pahitan juga memiliki pelanggan tersendiri.
Setelah selesai diproduksi, jamu langsung dipasarkan. Sebagian pedagang berjalan kaki membawa botol jamu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
