Guru Bimbingan Konseling se Jateng Didoktrin Tujuh Jurus BK Hebat, Ini Manfaatnya
Workshop dan Seminar Nasional Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling Jateng di UMK--
KUDUS, diswayjateng.id- Universitas Muria Kudus (UMK) menjadi tuan rumah Workshop dan Seminar Nasional Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) se-Jawa Tengah. Agenda ini sebagai upaya meningkatkan kompetensi dalam mendampingi peserta didik Generasi Z.
Kegiatan yang mengangkat tema "Menuai Harapan Pengembangan Generasi Z dalam Bingkai 7 Jurus BK Hebat.", diikuti 350 guru Bimbingan dan Konseling (BK) dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Seminar menghadirkan Rektor UMK, Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si., sebagai keynote speaker. Darsono pun menyampaikan rasa terima kasih kepada MGBK Jawa Tengah, yang telah mempercayakan UMK sebagai tuan rumah kegiatan nasional tersebut. 
Sejumlah narasumber dalam Seminar Nasional Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling Jateng di UMK--
"Senang sekali bisa menyambut ratusan guru BK dari berbagai daerah di Jawa Tengah, " ujar Darsono pada Jumat (26/6/2026)
Darsono berharap kegiatan ini menjadi wadah saling berbagi pengalaman, memperkuat kolaborasi, dan bersama-sama meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling.
Kegiatan ini juga menghadirkan Prof. Dr. Dody Hartanto, M.Pd., Founder Indonesian Hope Harvest Institute, serta Susilo Adi Pratomo, M.Pd., Fasilitator Nasional 7 Jurus BK Hebat.
Seminar turut dibuka oleh Ketua MGBK Provinsi Jawa Tengah, Nurcahyo Adi Prasetyo, S.Pd., Kons.
Dalam sesi utama, Prof. Dody Hartanto memperkenalkan konsep Hope-Based Counseling atau Konseling Hope. Konsep ini sebagai pendekatan yang menempatkan harapan sebagai fondasi utama dalam layanan bimbingan dan konseling.
Menurut Dody, guru BK tidak hanya berperan membantu siswa menyelesaikan persoalan saja. Namun juga mendampingi mereka menemukan tujuan, mengenali potensi, serta membangun keyakinan bahwa setiap peserta didik memiliki kesempatan untuk berkembang.
Sementara itu, Susilo Adi Pratomo menjelaskan, bahwa implementasi 7 Jurus BK Hebat menjadi strategi bagi guru BK memberikan layanan yang lebih relevan dengan karakter Generasi Z.
Pendekatan tersebut, kata Susilo, dimulai dari mengenali potensi peserta didik melalui asesmen, membantu mengelola emosi dan membangun resiliensi.
"Selain itu, menjaga konsistensi, menjalin komunikasi yang empatik, membangun kolaborasi, hingga menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan, " terangnya.
Melalui seminar nasional ini, UMK berharap para guru BK memperoleh wawasan dan strategi yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.
Dengan layanan BK yang semakin adaptif, kolaboratif dan berorientasi pada harapan, diharapkan peserta didik Generasi Z berkembang menjadi generasi yang tangguh, berkarakter dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
