HUT disway jateng

Kini Mulus, Kehadiran Jalan Tani Genjot Produktivitas Pertanian di Kertek Wonosobo

Kini Mulus, Kehadiran Jalan Tani Genjot Produktivitas Pertanian di Kertek Wonosobo

Pembangunan infrastruktur baru berupa jalan tani sepanjang 286 meter di Desa Tlogomulyo, Kertek, Wonosobo.-Foto : Dok. Diskominfo Wonosobo-

WONOSOBO, diswayjateng.id - Pembangunan infrastruktur baru berupa jalan tani sepanjang 286 meter di Desa Tlogomulyo, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, kini memberikan dampak positif. Fasilitas ini berhasil mendongkrak produktivitas pertanian masyarakat setempat secara signifikan.

Akses yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ini mempermudah mobilitas petani tembakau. Jalur distribusi hasil panen kini menjadi lebih efisien sekaligus meringankan beban kerja harian warga.

Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Kertek, Wulan Prihatiningsih, menjelaskan wilayah ini memiliki potensi lahan tembakau hingga 50 hektare. Komoditas unggulan tersebut selama ini menjadi urat nadi perekonomian bagi sebagian besar warga desa.

Optimalisasi Akses Lahan dan Bantuan Pupuk

Infrastruktur jalan tani dengan lebar 2,5 meter tersebut diperuntukkan bagi Kelompok Tani Ngudi Luhur. Kehadiran jalan produksi ini langsung memecahkan masalah transportasi yang puluhan tahun dihadapi masyarakat.

BACA JUGA:Kasus Kredit Macet di Wonosobo, Bank Tegaskan Dokumen Perjanjian Sah dan Tidak Ada Rekayasa

BACA JUGA:Kasus Dugaan Rekayasa Kredit, Lansia di Wonosobo Kaget Ditagih Rp3 Miliar hingga Rumah Dilelang Bank

"Dengan adanya jalan tani ini, akses keluar masuk lahan menjadi lebih mudah. Proses pengangkutan hasil panen juga lebih cepat dan efisien," ujar Wulan Prihatiningsih.

Manfaat nyata juga dirasakan oleh Anwar Rifai, salah satu petani tembakau asal Dukuh Bedakah. Dia menceritakan bahwa dahulu petani harus memikul hasil panen melewati jalan setapak sempit yang menyulitkan.

Selain infrastruktur fisik, pemerintah juga menyalurkan bantuan sarana penunjang untuk menjaga produktivitas pertanian tembakau. Sejak tahun 2022, para petani menerima pasokan pupuk Fertila, Phonska, hingga KNO.

Penggunaan jenis pupuk Fertila terbukti mampu mendongkrak kualitas daun serta hasil panen secara optimal. Langkah ini sangat krusial di tengah ketidakpastian cuaca yang sering memengaruhi harga jual komoditas.

BACA JUGA:Cerita dari Sektor Delapan Makkah, Jemaah Haji Asal Wonosobo Barat Ini Sukses Naik Haji dari Daun Pisang

BACA JUGA:Guru di Wonosobo Padukan Pendidikan Karakter dan Transformasi Digital Lewat Kardus hingga Laboratorium Virtual

Saat ini harga daun tembakau segar berada pada kisaran Rp4.000 sampai Rp6.000 per kilogram. Dengan frekuensi panen dua hingga empat kali semusim, kemudahan akses ke lahan menjadi kunci utama.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait