Berkat Kesiapsiagaan dari Warga, Kebakaran Rumah di Toroh Grobogan Berhasil Dicegah
Polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) peristiwa kebakaran rumah di Desa Sindurejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. (Dok Polsek Toroh)--
GROBOGAN, diswayjateng.id – Warga Desa Sindurejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten GROBOGAN, Jawa Tengah, berhasil mencegah kebakaran di rumah milik Suparmin (66) sehingga tidak merembet kemana-mana, Selasa (16 Juni 2026).
Kapolsek Toroh, AKP Joko Ismanto menyampaikan, kebakaran itu berhasil dicegah berkat kesiapsiagaan warga setempat. Kebakaran itu pertama kali diketahui oleh tetangga korban, Yuni Handayani (39). Saat itu, ia terbangun karena sapinya di kandang belakang rumah terus melenguh dan berulang.
"Merasa ada sesuatu yang tidak biasa, Yuni kemudian melakukan pengecekan dan tak menemukan hal mencurigakan di kandang. Ia lantas mendengar suara seperti kayu terbakar dari arah rumah Suparmin," jelasnya.
AKP Joko melanjutkan, saat mengintip melalui sela-sela dari papan pembatas rumah, Yuni melihat kobaran api sudah muncul pada bagian belakang rumah korban, tepatnya di area dapur. Tanpa menunggu lama, ia pun segera berlari untuk memberitahukan peristiwa itu ke korban.
BACA JUGA: Kandang Ayam Dua Lantai di Grobogan Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 1,5 Miliar
"Korban langsung menuju dapur dan mendapati kalau api telah membakar sebagian bangunan. Mereka kemudian berteriak meminta pertolongan warga sekitar," katanya.
AKP Joko menyebutkan, warga yang mendengar teriakan tersebut segera berdatangan dan bergotong royong untuk memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu kehadiran petugas pemadam kebakaran (damkar)
"Tidak berselang lama, satu unit mobil Damkar tiba di lokasi serta langsung melakukan penanganan. Berkat kerja sama antara petugas dengan warga, api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar sepuluh menit sehingga tidak menjalar ke bagian rumah lainnya," bebernya.
AKP Joko menyatakan, bahwa tak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Tapi, bagian emper belakang yang digunakan sebagai dapur mengalami kerusakan akibat terbakar. Kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp 10 juta.
"Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujarnya.
AKP Joko mengatakan, berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), sumber api diduga berasal dari bediang ataupun tempat pembakaran untuk kebutuhan kandang yang berada di area dapur hingga menyatu dengan kandang sapi milik korban.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
