UIN Sunan Kudus Bidik Prodi Baru Ilmu Gizi dan Sainstek, Ternyata Ini Alasannya

UIN Sunan Kudus Bidik Prodi Baru Ilmu Gizi dan Sainstek, Ternyata Ini Alasannya

Rektor UIN Sunan Kudus Abdurrahman Kasdi mengukuhkan Prof Kisbiyanto sebagai guru besar. --

KUDUS, diswayjateng.id- Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus tengah menyiapkan program studi baru sebagai komitmen memperkuat kualitas akademiknya.

Dalam waktu dekat ini, pihak universitas setempat segera membuka program studi Ilmu Gizi. Prodi ini diproyeksikan mendukung ketahanan pangan.

Hal itu diungkapkan Rektor UIN Sunan Kudus Abdurrahman Kasdi, usai mengukuhkan guru besar bidang manajemen pendidikan Islam, Prof Kisbiyanto di Gedung Laboratorium terpadu. 
Pengukuhan Kisbiyanto sebagai guru besar menambah jumlah guru besar yang dimiliki UIN Sunan Kudus. --

Pengukuhan guru besar tersebut, menggenapkan jumlah guru besar yang dimiliki UIN Sunan Kudus menjadi 17 orang.

"Pengembangan prodi Ilmu Gizi bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan di era kepemimpinan Presiden Prabowo-Gibran, ".ujar Abdurrahman. 

Menurut Abdurrahman, kehadiran Prodi Ilmu Gizi tersebut menjadi tambahan program studi baru, terutama pada bidang sains dan teknologi (Saintek). 

BACA JUGA:Panggung Festival Film Anak Bangsa 2026 Ruang Kreasi Sineas Muda Kudus 

BACA JUGA:Pembangunan Jawa Tengah 2027 Fokus Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Syariah

Pengembangan bidang sains dan teknologi, kata Abdurrahman, merupakan konsekuensi dari transformasi kelembagaan dari IAIN menjadi UIN. 

Karena itu, pihak UIN Sunan Kudus berupaya memperkuat program studi eksakta yang selama ini masih terbatas.

"Kami ingin menjadi UIN yang benar-benar utuh. Saat masih berstatus IAIN, prodi eksakta belum banyak. Sekarang kami ingin mendorong pengembangan saintek," tukasnya. 

Menurut Abdurrahman, pengembalian prodi ilmu murni di bidang sains menjadi pengembangan dari sejumlah prodi kependidikan yang dimiliki. Saat ini UIN Sunan Kudus telah memiliki prodi Tadris Matematika, Tadris Biologi, dan Tadris IPA.

Selain Prodi Ilmu Gizi, sejumlah program studi lain juga dipersiapkan untuk mendukung pengembangan kelembagaan fakultas.

Di antaranya prodi Ilmu Hukum, Humaniora, Teknologi Pangan, Industri Halal, Teknologi Informasi, dan Sains Data. Dalam jangka panjang, kampus juga punya mendirikan Fakultas Kedokteran.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: