Lereng Gunung Slamet Jadi Sorotan, Bupati Brebes Paramitha Bahas Keseimbangan Pertanian dan Lingkungan

Lereng Gunung Slamet Jadi Sorotan, Bupati Brebes Paramitha Bahas Keseimbangan Pertanian dan Lingkungan

Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma berdialog dengan peserta FGD.--

BREBES, diswayjateng.id – Dinas Pertanian Kabupaten Brebes menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertema tata kelola pertanian berbasis kelestarian lingkungan dan penanggulangan bencana alam di lereng Gunung Slamet. 

Forum yang melibatkan pemerintah, aparat penegak hukum, akademisi, pelaku usaha, aktivis lingkungan, Perhutani, hingga petani itu menghasilkan kesepahaman bahwa kelestarian lingkungan merupakan syarat penting bagi keberlanjutan sektor pertanian di kawasan pegunungan.

Kesepahaman tersebut mengemuka di tengah meningkatnya ancaman bencana alam di wilayah Brebes, mulai dari tanah bergerak, longsor hingga banjir bandang yang dalam beberapa waktu terakhir menimbulkan kerugian materi maupun dampak sosial bagi masyarakat. 

BACA JUGA:Momen Bupati Paramitha Pertama Kali Hadiri Kirab Pusaka Malam Satu Suro di Pura Mangkunegaran

BACA JUGA:Cakap Kelola Sektor Pertanian, Bupati Paramitha Raih Disway Top Regional Leader Awards 2026

Karena itu, forum mendorong lahirnya tata kelola pertanian yang tidak hanya berorientasi pada produktivitas, tetapi juga memperhatikan daya dukung lingkungan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Brebes, Hendri Adi Komara, mengatakan lereng Gunung Slamet merupakan kawasan strategis penghasil komoditas hortikultura, terutama kentang, yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat pegunungan.

"Namun tingginya aktivitas budidaya mulai menekan keseimbangan ekologis, terutama ketika tutupan hutan terus menyusut," ungkapnya.

BACA JUGA:Survei Charta Politika: 77,5% Warga Optimis Bupati Paramitha Bawa Perubahan Infrastruktur ‎

BACA JUGA:Bupati Brebes Paramita Widya Kusuma Perkuat Peran Desa Melalui Kios Adminduk

Menurut Hendri, keberadaan hutan memiliki fungsi yang sangat vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem kawasan pegunungan. Selain menjadi penyimpan cadangan air, hutan juga berperan menjaga kesuburan tanah, mengurangi laju erosi, serta menjadi benteng alami terhadap ancaman longsor dan banjir.

"Karena itu, orientasi pembangunan pertanian tidak lagi cukup hanya mengejar produktivitas panen," jelasnya.

Dia menegaskan bahwa pertanian dan pelestarian lingkungan tidak boleh diposisikan sebagai dua kepentingan yang saling bertentangan. Sebaliknya, keduanya harus berjalan beriringan agar keberlanjutan produksi pertanian dan keselamatan lingkungan dapat terjaga dalam jangka panjang.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait