Hadapi Puncak Musim Kemarau 2026, DPRD Jateng Minta Pemprov Optimalkan Embung dan Siapkan Air Bersih

Hadapi Puncak Musim Kemarau 2026, DPRD Jateng Minta Pemprov Optimalkan Embung dan Siapkan Air Bersih

Anggota komisi D DPRD Jateng Nur Saadah-Istimewa/ Umar Dani -

PEKALONGAN, diswayjateng.id — Memasuki puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Juni 2026, DPRD Jawa Tengah meminta pemerintah provinsi segera mengambil langkah antisipasi untuk mencegah krisis air bersih dan menjaga produktivitas pertanian.

Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah, Nur Saadah, meminta Pemprov Jateng mengoptimalkan fungsi embung di berbagai daerah sebagai cadangan air sekaligus penopang irigasi. 

Menurutnya, mitigasi yang terintegrasi perlu dilakukan sejak dini agar dampak musim kemarau dapat diminimalkan.

Nur Saadah menegaskan, pemeliharaan embung harus menjadi prioritas, terutama dengan mengatasi pendangkalan yang dapat mengurangi kapasitas tampung air saat musim kemarau.

BACA JUGA:Komisi D DPRD Jateng Tinjau Jalan Provinsi di Batang dan Pekalongan, Sorot Kerusakan Jalan Perbatasan Brebes

"Keberadaan embung akan membantu meningkatkan produktivitas pangan, terutama padi, guna mencapai target swasembada pangan

Apalagi target produksi padi Jawa Tengah pada 2026 mencapai 10,55 juta ton Gabah Kering Giling (GKG)," ujarnya di Pekalongan, baru-baru ini.

Meski sepanjang 2025 hingga awal 2026 telah dibangun 12 embung baru, Nur Saadah menilai jumlah tersebut masih belum mencukupi.

Ia mendorong pemerintah daerah segera mendata wilayah yang masih rawan kekurangan air sebagai dasar pembangunan embung baru secara lebih strategis.

BACA JUGA:Komisi D DPRD Jateng Soroti Tingginya Kecelakaan di Jembatan Pokoh Wonogiri, Minta Tambah PJU dan Pengaman

Selain sektor pertanian, Nur Saadah juga meminta Pemprov Jateng memperkuat koordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) agar distribusi air bersih kepada masyarakat tetap lancar selama musim kemarau.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan.

Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan pihaknya telah memetakan daerah rawan kekeringan di seluruh kabupaten/kota.

Tahun ini BPBD menyiapkan 123 juta liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait