Momen Bupati Paramitha Pertama Kali Hadiri Kirab Pusaka Malam Satu Suro di Pura Mangkunegaran
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma menghadiri acara Kirab Pusaka Malam Satu Suro di Pura Mangkunegaran, Solo.--
BREBES, diswayjateng.id - Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menghadiri prosesi ritual Kirab Pusaka Malam Satu Suro di Pura Mangkunegaran, Surakarta, Selasa (16/6/2026) malam. Kehadiran ini menjadi momen pengalaman pertama bagi orang nomor satu di Kabupaten Brebes tersebut dalam mengikuti upacara pergantian tahun baru Jawa 1 Sura 1960 Je.
Didampingi sang suami, Ahmad Saeful Ansori, serta anggota DPRD Brebes Pamor Wicaksono, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Fajar Adi Widiarso, kehadiran Bupati Brebes di Solo sekaligus memenuhi undangan resmi dari pihak praja Pura Mangkunegaran.
Rangkaian ritual sakral ini diawali dengan jamuan makan malam VVIP di Pracima Tuin, di mana Bupati Brebes berkesempatan berbaur dengan keluarga istana serta sejumlah tokoh nasional dan publik figur.
BACA JUGA:Cakap Kelola Sektor Pertanian, Bupati Paramitha Raih Disway Top Regional Leader Awards 2026
BACA JUGA:Survei Charta Politika: 77,5% Warga Optimis Bupati Paramitha Bawa Perubahan Infrastruktur
Dalam prosesi tersebut, tampak hadir sejumlah tokoh penting nasional. Di antaranya putra Presiden RI Didit Hediprasetyo yang hadir bersama ibundanya, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto.
Selain itu, hadir pula Menteri PU Dody Hanggodo, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, tokoh nasional Yenny Wahid, serta politikus senior PDIP Bambang Wuryanto (Bambang Pacul) dan Aria Bima. Selaku tuan rumah, Wali Kota Surakarta Respati Ardianto juga tampak menyambut para tamu undangan.
Usai jamuan makan malam, Bupati Brebes bersama para tokoh nasional turut menyaksikan langsung kekhidmatan prosesi kirab memutari tembok istana.
Jalannya kirab dipimpin langsung oleh Pangeran Sepuh GPH Paundrakarna Jiwo Suryonegoro sebagai cucuk lampah yang mengawal enam pusaka dalem.
BACA JUGA:Ratiban Pandansari Brebes, Ribuan Warga Syukuri Hasil Bumi dan Lestarikan Tradisi Leluhur
BACA JUGA:Ribuan Obor dan Semangat Hijrah Warnai Pawai Akbar Tahun Baru Islam di Brebes
Ritual ini juga diikuti oleh sedikitnya 3.000 peserta dari berbagai penjuru Indonesia yang dengan khusyuk menjalani laku bisu (bertapa bisu) berjalan kaki tanpa alas kaki.
Memaknai Filosofi 'Mulih'
Ditemui di sela-sela acara, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mengungkapkan rasa kagumnya terhadap pelestarian budaya yang dijaga ketat oleh Pura Mangkunegaran. Bagi Paramitha, esensi Malam Satu Suro bukan terletak pada keramaian festival, melainkan pada keheningan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: