54 SPPG di Boyolali Proses Pembangunan, 27 Lainnya Berhenti Sementara
MBG RI. Foto : Ist--
BOYOLALI, diswayjateng.id - Ketua Satgas MBG Boyolali, M. Syawalludin sekaligus Sekda Boyolali mengatakan, 54 SPPG di Boyolali saat ini dalam proses pembangunan.
Namun demikian, disaat bersamaan terdapat 27 SPPG atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Boyolali, diberhentikan sementara operasionalnya.
Terkait daftar SPPG yang berhenti beroperasi, Syawaludin mengaku belum memegang data rinci karena informasi tersebut berada di tingkat Korwil.
"Jumlah SPPG di Boyolali yang sudah beroperasional di Boyolali saat ini ada 121. Namun, terdapat 27 SPPG di Boyolali diberhentikan sementara operasionalnya," ungkap Syawalludin, Kamis 18 Juni 2026.
BACA JUGA: Rumah Warga Cepogo Boyolali Hangus Terbakar, Kusnanto Alami Kerugian Puluhan Juta
BACA JUGA: Komisi C DPRD Jateng Soroti Kredit Macet Bank Jateng Boyolali yang Hampir Sentuh 5 Persen
Sehingga total SPPG di Boyolali sebanyak 194 titik dari jumlah penerima manfaat yang terlayani sekitar 284.117.
Disinggung apa penyebab 27 SPPG di Boyolali diberhentikan sementara operasionalnya, Syawalludin menegaskan, semata sebagian besar karena masalah pencairan dana.
Lebih jauh Syawalludin menerangkan, persoalan lain dihadapi pengelola SPPG yakni dana yang belum dicairkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Jumlahnya yakni mencapai 23 titik SPPG.
BACA JUGA: Sialan! Tersangka Pembobol Koperasi Merah Putih di Boyolali Jual Barang Curian ke Pemulung
BACA JUGA: Modus Warga Medan Bobol Koperasi Merah Putih di Boyolali, Berpura-pura Patroli Malam
Pihaknya juga mencatat, terdapat 4 SPPG distop operasionalnya terkait dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tidak memenuhi syarat.
Selaku Ketua Satgas MBG Boyolali, Syawalludin saat menunggu kebijakan-kebijakan baru atau arahan-arahan dari BGN. Apalagi,asa libur Sekolah yang cukup panjang hingga Juli 2026.
BACA JUGA: Tinjau KDMP di Boyolali, Menteri Koperasi : Sebanyak 1061 Kopdes Merah Putih Akan Diresmikan Presiden
Terkait kebijakan moratorium SPPG baru, Syawalludin mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG.
Pihaknya akan segera berkoordinasi untuk memperoleh data lengkap sekaligus mengetahui perkembangan kebijakan terbaru dari BGN.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
