Plt Bupati Minta SPPG di Pekalongan Serap Telur Lokal untuk MBG
Sukirman, Plt. Bupati Pekalongan--Mukhtarom
PEKALONGAN, diswayjateng.id – Plt Bupati Pekalongan Sukirman minta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pekalongan menyerap telur dari peternak lokal untuk memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Permintaan ini disampaikan usai mengikuti Rapat Koordinasi Tata Kelola Penyelenggaraan dan Rantai Pasok Bahan Baku Program MBG di Jawa Tengah yang berlangsung di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Jumat 12 Juni 2026.
Menurut Sukirman, evaluasi kali ini menitikberatkan pada penguatan rantai pasok bahan baku agar petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha pangan lokal semakin terlibat dalam penyediaan kebutuhan Program MBG.
"Ya, kita kembali mengikuti rapat evaluasi tentang Program MBG. Hari ini fokusnya adalah penekanan tentang rantai pasokan bahan baku yang memang menurut catatan kita sejak lama belum optimal dalam melibatkan petani, peternak dan seterusnya, termasuk terkait harga dan penentuan harga," ujarnya.
BACA JUGA: Polres Pekalongan Gagalkan Tawuran, Tiga Pemuda Diamankan
BACA JUGA: Lazismu Pekalongan Himpun Rp24 Miliar dalam Enam Bulan, 92 Persen Target Tahunan Sudah Tercapai
Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam rapat adalah penyerapan telur hasil produksi peternak lokal. Sukirman menilai masih terdapat ketidaksesuaian harga yang berpotensi merugikan pelaku usaha di rantai distribusi.
"Kalau tadi lebih kepada telur yang berasal dari peternak dan seterusnya, yang harganya memang tidak sesuai dan itu memberatkan para pedagang. Maka hari ini mencoba disinkronkan sehingga menjadi solusi terbaik agar peternak kita juga terakomodir di dalam rantai pasokan bahan baku, khususnya telur," jelasnya.
Ia menambahkan persoalan tersebut tidak hanya terjadi di Kabupaten Pekalongan, tetapi menjadi perhatian seluruh daerah di Jawa Tengah menyusul aspirasi yang disampaikan asosiasi peternak telur.
Rapat koordinasi dihadiri Ketua Satgas Percepatan Program MBG se-Jawa Tengah, kepala daerah dan wakil kepala daerah, Kepala BKKBN, Koordinator Regional Badan Gizi Nasional Jawa Tengah, Kepala BBPOM Semarang, kepala UPT Provinsi Jawa Tengah, serta jajaran perangkat daerah terkait.
BACA JUGA: Anggaran Pembangunan Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan Dialihkan untuk Perbaikan Jalan Rusak
BACA JUGA: Warga Poncol Kota Pekalongan Geger, Pria 38 Tahun Ditemukan Terluka Parah di Kamar Kos
Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengungkapkan rapat digelar sebagai tindak lanjut atas keluhan peternak petelur yang belum merasakan manfaat optimal dari Program MBG.
Menurutnya, produksi telur di Jawa Tengah sangat melimpah, namun penyerapannya untuk kebutuhan MBG masih minim. Di sisi lain, harga telur di pasaran hanya berkisar Rp20 ribu hingga Rp21 ribu per kilogram, lebih rendah dari Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah sebesar Rp26 ribu per kilogram.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
