Bupati Tantang KONI Tegal Duduki Peringkat 25 Porprov Jateng 2026

Bupati Tantang KONI Tegal Duduki Peringkat 25 Porprov Jateng 2026

PORPROV - Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman didampingi Ketua KONI Kabupaten Tegal Bambang Asmoyo saat memberikan penjelasan soal Porprov Jateng, Jumat (12/6/2026).--

SLAWI, diswayjateng.id – Pemerintah Kabupaten Tegal menunjukkan komitmen serius dalam membangkitkan prestasi olahraga daerah. Tak hanya menaikkan anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tegal hingga dua kali lipat, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman juga beri tantangan pada para atlet dan pengurus KONI menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII Tahun 2026.

Jika mampu menembus peringkat 25 besar pada Porprov Jateng 2026, anggaran KONI dipastikan akan kembali ditambah pada tahun berikutnya.

Pernyataan itu disampaikan Ischak saat menghadiri Pengukuhan Official dan Atlet Kontingen Kabupaten Tegal yang akan berlaga pada Porprov Jateng XVII Tahun 2026 di Semarang Raya. Acara berlangsung di Gedung Dadali, Kompleks Pemkab Tegal, Jumat 12 Juni 2026.

"Sejak 2025 hingga 2026, anggaran KONI Kabupaten Tegal sudah kami tingkatkan menjadi Rp1 miliar. Sebelumnya hanya sekitar Rp500 juta. Ini bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap pembinaan olahraga dan para atlet. Saya beri tantangan, kalau KONI bisa meraih peringkat 25 pada Porprov nanti, anggarannya akan kami tambah lagi," tegas Ischak disambut tepuk tangan peserta.

BACA JUGA:Pencurian Meteran Air PDAM di Tegal Resahkan Warga, Perumda Tirta Ayu Gencarkan Strategi Ini

BACA JUGA:Kasus HIV/AIDS Kabupaten Tegal Tembus 1.062, Pemkab Bakal Razia Kos-Kosan

Menurut dia, pengukuhan kontingen bukan sekadar seremoni pelepasan atlet. Momentum tersebut menjadi peneguhan tekad seluruh insan olahraga Kabupaten Tegal untuk bangkit dan membuktikan kemampuan di level provinsi.

Ischak mengakui hasil Porprov XVI Tahun 2023 di Pati Raya masih jauh dari harapan. Saat itu Kabupaten Tegal berada di posisi juru kunci atau peringkat 35 dari 35 kabupaten/kota peserta dengan raihan satu medali emas, satu medali perak, dan delapan medali perunggu.

Namun, ia menegaskan catatan tersebut tidak boleh menjadi beban. Sebaliknya, hasil itu harus dijadikan bahan evaluasi dan pemicu semangat untuk bangkit.

"Kita tidak bisa mengubah sejarah. Tapi masa depan olahraga Kabupaten Tegal masih sangat terbuka. Prestasi tidak ditentukan oleh catatan masa lalu, melainkan kesungguhan dalam mempersiapkan masa depan," ujarnya.

BACA JUGA:Agenda Ruwat Bumi Guci Tegal Digelar, Ini Agenda Kegiatan dan Tanggal Pelaksanaannya

BACA JUGA:Geger Penjual Kopi di Tegal Tewas di Selokan, Polisi Temukan Sejumlah Luka Pada Tubuh Korban

Dia meminta seluruh atlet bertanding dengan penuh percaya diri, disiplin, dan menjunjung tinggi sportivitas. Menurutnya, kontingen Kabupaten Tegal datang ke Semarang Raya bukan sekadar menjadi peserta, tetapi membawa misi mengangkat martabat daerah melalui prestasi olahraga.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait