SI OPAK Tembus Top 30 Jateng, RSUD Soeselo Pangkas Birokrasi dan Lindungi Pasien
PRESENTASI - Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman didampingi Direktur RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal, Guntur M. Taqwin saat presentasi dan wawancara Top 30 IDEA Jateng 2026 yang digelar secara daring, Selasa (2/6).--
SLAWI, diswayjateng.id – Langkah digitalisasi yang dilakukan RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal kembali menuai pengakuan. Inovasi bertajuk SI OPAK TEGAL (Sistem Online Pendidikan Klinik Terintegrasi) berhasil menembus Top 30 Kompetisi Inovasi Daerah Jawa Tengah (IDEA Jateng) 2026, setelah dinilai mampu memangkas birokrasi pendidikan klinik yang selama ini berbelit dan sarat administrasi manual.
Tak sekadar mengubah kertas menjadi layar digital, SI OPAK hadir membawa perubahan besar dalam tata kelola rumah sakit pendidikan.
Sistem berbasis paperless ini membuat proses administrasi yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari kini dapat diselesaikan hanya dalam satu hari.
Keberhasilan tersebut dipaparkan dalam sesi presentasi dan wawancara Top 30 IDEA Jateng 2026 yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (2/6).
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menilai digitalisasi menjadi kunci penting dalam membangun budaya inovasi di lingkungan pemerintah daerah. Menurutnya, inovasi yang lahir dari RSUD dr. Soeselo tidak hanya mempercepat pelayanan, tetapi juga berdampak langsung terhadap peningkatan kinerja inovasi daerah.
Data menunjukkan Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Tegal mengalami kenaikan signifikan dari 67,8 pada 2024 menjadi 77,59 pada 2025.
“Inovasi ini sangat krusial mengingat RSUD dr. Soeselo memikul tanggung jawab besar sebagai rumah sakit pendidikan yang mendidik ribuan mahasiswa kesehatan,” ujar Ischak.
Ia menjelaskan, selama ini dokter pembimbing klinis dan mahasiswa praktik sering kali disibukkan dengan tumpukan dokumen administrasi yang menyita waktu.
Kondisi tersebut berpotensi mengurangi fokus tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada pasien maupun proses pembelajaran.
Melalui SI OPAK, beban administrasi tersebut dapat ditekan secara signifikan. Dokter dan mahasiswa kini dapat lebih fokus pada peningkatan kompetensi serta kualitas pelayanan kesehatan.
“Harapannya, lahir tenaga kesehatan yang lebih siap, lebih kompeten, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Untuk menjaga semangat inovasi terus tumbuh, Pemkab Tegal juga menyiapkan insentif khusus bagi ASN yang mampu menghadirkan terobosan pelayanan publik.
“Tahun depan kami siapkan 20 beasiswa S2 bagi ASN yang berhasil menghadirkan inovasi-inovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Tegal,” tambahnya.
Direktur RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal, Guntur M. Taqwin, mengungkapkan SI OPAK lahir dari hasil evaluasi internal rumah sakit. Saat itu, sekitar 90 persen proses administrasi pendidikan klinik masih dilakukan secara manual.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
