Polresta Solo Siap Tertibkan Kendaraan ODOL

Polresta Solo Siap Tertibkan Kendaraan ODOL

Kasatlantas Polresta Solo, Dhayita Daneswari.-Istimewa-

SOLO, diswayjateng.id - Polresta Solo melalui Satuan Lalu Lintas menyatakan siap menjalankan instruksi Korps Lalu Lintas Polri terkait penertiban kendaraan Over Dimension dan Overload (ODOL) yang akan diterapkan lebih tegas mulai awal 2027.

Kasatlantas Polresta Solo, Dhayita Daneswari, mengatakan pihaknya kini mulai menggencarkan sosialisasi kepada pengusaha angkutan barang dan para sopir truk agar memahami aturan dimensi kendaraan serta batas muatan yang diperbolehkan.

“Kami siap melaksanakan arahan dari Kakorlantas terkait penanganan kendaraan ODOL. Tahap awal tentu kami kedepankan sosialisasi kepada para pelaku usaha dan pengemudi angkutan barang,” ujarnya, Selasa 28 Mei 2026.

Menurut Dhayita, kendaraan ODOL menjadi salah satu persoalan serius karena berisiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas sekaligus mempercepat kerusakan jalan.

Ia menegaskan keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama dalam kebijakan penertiban tersebut.

“Kendaraan yang melebihi kapasitas maupun dimensi sangat membahayakan keselamatan pengemudi dan pengguna jalan lainnya,” katanya.

Satlantas Polresta Solo berencana melakukan sosialisasi secara bertahap dengan menggandeng perusahaan logistik, pengusaha transportasi, sopir truk, hingga instansi pemerintah daerah.

Selain edukasi, pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang juga akan diperketat di sejumlah jalur utama yang kerap dilintasi kendaraan logistik di wilayah Solo Raya.

Polresta Solo juga akan memperkuat koordinasi lintas sektoral guna mendukung program nasional menuju Indonesia bebas kendaraan ODOL.

Sementara itu, Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho sebelumnya menegaskan penegakan hukum terhadap kendaraan ODOL akan mulai diterapkan secara tegas pada Januari 2027.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam penutupan Rakernis Fungsi Lalu Lintas 2026 di Jakarta. Menurut Agus, persoalan kendaraan ODOL berkaitan langsung dengan keselamatan transportasi dan tingginya angka kecelakaan lalu lintas.

“Bagaimana kita harus mewujudkan transportasi logistik yang berkeselamatan,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: