Sapi Raksasa 1,3 Ton Tumbang Tanpa Perlawanan, Jagal Banyumas Bikin Warga Adiwerna Melongo
SAPI KURBAN - Sapi raksasa jenis limosin berbobot 1,3 ton menjadi perhatian publik saat hendak dikurbankan di Masjid Al Haq Desa Tembok Kidul, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Rabu (27/5/2026). --
SLAWI, diswayjateng.id - Pemandangan tak biasa terjadi di Desa Tembok Kidul, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Rabu (27/5/2026). Seekor sapi kurban jenis limosin berbobot 1,3 ton berhasil dijagal tanpa perlawanan oleh tukang jagal profesional asal Ajibarang, Banyumas.
Padahal, ukuran sapi berwarna cokelat itu tergolong raksasa dan dikenal sangat kuat.
Proses penyembelihan sapi jumbo tersebut menjadi tontonan warga. Banyak warga penasaran melihat bagaimana panitia merobohkan sapi kontes dengan bobot fantastis itu.
Namun di tangan jagal berpengalaman, proses penyembelihan berlangsung cepat, aman, dan nyaris tanpa drama.
Sapi raksasa itu merupakan milik keluarga warga RT 13 RW 2 Desa Tembok Kidul. Hewan kurban tersebut disalurkan untuk Masjid Al Haq Desa Tembok Kidul.
“Untuk yang 1,3 ton ini kami kurbankan di Masjid Al Haq,” kata Hamzah, salah satu keluarga shahibul kurban.
Hamzah yang didampingi istrinya, Novi, menuturkan sapi tersebut dibeli dari Wonosobo, Jawa Tengah. Tahun ini keluarganya berkurban dua ekor sapi jumbo dengan bobot masing-masing 1,3 ton dan 1,2 ton.
Menurut dia, sapi berbobot 1,2 ton digunakan untuk safari kurban, sedangkan yang paling besar disembelih di lingkungan masjid desa setempat. Tradisi berkurban itu, kata dia, rutin dilakukan keluarganya setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur sekaligus berbagi kepada masyarakat.
“Dagingnya dibagikan untuk warga sekitar. Mudah-mudahan setiap tahun kami bisa terus berkurban dan lebih baik lagi,” ujarnya.
Sekretaris Panitia Kurban Masjid Al Haq, Afan, mengatakan total hewan kurban yang terkumpul tahun ini mencapai enam ekor sapi dan enam ekor kambing. Dari seluruh sapi yang ada, sapi limosin 1,3 ton menjadi yang paling mencuri perhatian.
“Itu sapi kontes, paling berat tahun ini. Yang lain rata-rata di bawah 9,5 kuintal,” katanya.
Meski menjadi pusat perhatian warga, pihak shahibul kurban enggan menyebutkan harga sapi jumbo tersebut. Untuk memastikan proses penyembelihan berjalan lancar, panitia sengaja mendatangkan lima tukang jagal profesional dari Ajibarang, Banyumas.
Hasilnya, sapi raksasa itu berhasil dirobohkan tanpa amukan maupun perlawanan berarti. Bahkan proses penyembelihan sapi lainnya juga berlangsung lancar tanpa kendala.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:








