Pemkot Semarang Salurkan 14 Sapi dan 50 Kambing Kurban untuk Warga

Pemkot Semarang Salurkan 14 Sapi dan 50 Kambing Kurban untuk Warga

Pemerintah Kota Semarang menghimpun 14 sapi dan 50 kambing kurban pada Idul Adha 1447 H.-Dok pemkot semarang-Wahyu Sulistiyawan

SEMARANG, Diswayjateng.id — Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimanfaatkan Pemerintah Kota Semarang untuk memperkuat semangat persatuan, gotong royong, dan kepedulian sosial melalui penghimpunan hewan kurban dari aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat. Sebanyak 14 ekor sapi serta 50 ekor kambing dikumpulkan dan disalurkan kepada warga di sejumlah titik di Kota Semarang, Rabu (27/5). 

 

Shalat Idul Adha digelar di halaman Balaikota Semarang dan dihadiri Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin bersama jajaran ASN serta masyarakat. Seusai pelaksanaan ibadah, proses pemotongan hewan kurban langsung dilakukan untuk kemudian didistribusikan kepada warga yang membutuhkan. 

 

Penguatan nilai pengorbanan dan kepedulian sosial disebut menjadi pesan utama dalam peringatan Idul Adha tahun ini. Pemerintah Kota Semarang menilai semangat berbagi dan keikhlasan perlu terus dihidupkan di tengah kehidupan masyarakat perkotaan. 

 

“Alhamdulillah terkumpul 14 sapi dan 50 kambing. Hari ini kita adakan pemotongan, akan kita bagikan kepada warga masyarakat, itu tersebar di beberapa lokasi,” kata Iswar Aminuddin. 

 

Iswar menegaskan bahwa makna Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban semata, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya keikhlasan dan pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, pesan yang disampaikan dalam khotbah Idul Adha memiliki relevansi besar dengan kehidupan sosial masyarakat maupun pembangunan daerah. Nilai pengorbanan Nabi Ibrahim AS disebut perlu diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

 

“Tadi momentum yang disampaikan oleh Pak Kyai sangat tepat. Bagaimana kemudian semangat pengorbanan Nabi Ibrahim ini dapat kita implementasikan di dalam kehidupan kita sehari-hari sebagai warga Kota Semarang, sebagai anak bangsa,” ujarnya. 

 

Ia menambahkan, semangat rela berkorban harus diwujudkan tidak hanya melalui materi, namun juga tenaga, pikiran, dan doa demi kepentingan bersama. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait