Petani Sumanding Jepara Terkendala Pemasaran Kopi Robusta Pegunungan Muria

Petani Sumanding Jepara Terkendala Pemasaran Kopi Robusta Pegunungan Muria

Kopi Feast Sumanding menampung aspirasi petani kopi dan warga Desa Sumanding. --

JEPARA, diswayjateng.id- Kelompok Taruna Tani Mapan (Tampan) Desa Sumanding di Kecamatan Tempur Kabupaten JEPARA, mengaku kesulitan dalam hal pengembangan pasar kopi khas Pegunungan Muria. 

Kelompok tani kopi Robusta ini, telah mengelola sekitar 5.000 pohon kopi. Selain itu, aktif dalam pengolahan hasil panen. Namun mereka kesulitan dukungan alat roasting yang lebih memadai.

Selain itu, kelompok tani kopi Sumanding juga mengharapkan bantuan kendaraan operasional. Kendaraan ini untuk mendukung pemasaran dan pengembangan usaha kopi lokal.

Hal itu diungkapkan Lutfi, selaku Ketua Kelompok Tani Kopi Sumanding. Kesulitan yang dihadapi petani desa setempat, terungkap dalam agenda Sumanding KopiFest 2026. 
Sumanding Kopi Fest diharapkan meningkatkan nilai jual kopi lokal Jepara--

Agenda itu juga dihadiri Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama di kawasan Hutan Pinus Buper Sumanding. Acara yang dikemas Ngopi Bareng Bupati Jepara ini, dipandu Barista Jepara, Afif Pancasetyawan.

Dalam agenda itu, diawali pengenalan mengenai kopi asli Jepara khususnya Kopi Robusta Sumanding. Hasil bumi itu sebagai salah satu kopi unggulan Jepara yang berasal dari lereng Pegunungan Muria.

"Kopi Robusta Sumanding memiliki karakter cita rasa yang khas dengan aroma kompleks," ujar Afif pada Sabtu (23/5/2026). 

Afif memaparkan, tingkat keasaman kopi Sumanding menyegarkan bernuansa citrus dan fruity. Selain itu, memiliki tekstur lembut yang ramah di lambung bagi para penikmat kopi.

Menurut Afif, kualitas kopi yang baik tidak hanya ditentukan dari aroma dan rasa saja. Namun juga dipengaruhi kualitas bibit serta tingkat kematangan buah kopi saat dipanen.

“Kalau ingin menghasilkan kopi berkualitas, pemetikan buah harus benar-benar matang. Itu sangat mempengaruhi rasa akhir kopi,” jelasnya.

Selain membahas potensi kopi, forum dialog tersebut juga menjadi wadah aspirasi masyarakat.

Afif yang juga menjabat Petinggi Desa Sumanding, mengungkapkan bahwa sekitar 400 kepala keluarga di wilayahnya memiliki kebun kopi.

Ia berharap momentum Sumanding KopiFest, mampu meningkatkan nilai jual kopi lokal. Yakni. melalui pengolahan dan pengemasan yang lebih baik sehingga dapat menarik lebih banyak investor maupun pembeli dari luar daerah.

“Kami berharap ada pelatihan SDM mulai dari proses panen hingga pemasaran, termasuk pembentukan asosiasi pengusaha kopi di Jepara,” pinta Afif. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait