LOFF 2026 Dinilai Jadi Jalan Regenerasi Perfilman Indonesia
Aktris senior Nirina Zubir menyebut festival film pendek tersebut mampu membuka ruang lahirnya sutradara dan kreator baru untuk memperkuat industri perfilman nasional hingga internasional.-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, Diswayjateng.id- Ajang Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026 disebut menjadi salah satu jalur penting dalam menciptakan regenerasi sineas muda sekaligus memperkuat industri perfilman Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. Festival film pendek yang digelar di Kota Semarang itu kini mendapat perhatian luas dari pelaku industri sinema tanah air.
Komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam menjaga ruang kreatif bagi filmmaker muda turut diapresiasi oleh kalangan perfilman nasional. Kehadiran LOFF 2026 dinilai bukan sekadar agenda hiburan, melainkan wadah pembinaan talenta baru yang dibutuhkan industri film Indonesia.
Aktris senior sekaligus perwakilan Dewan Juri LOFF 2026, Nirina Zubir, menilai keberlanjutan festival film pendek tersebut harus terus dijaga meski terjadi pergantian kepemimpinan di daerah. Menurutnya, LOFF menjadi bagian penting dalam mencetak wajah-wajah baru perfilman nasional.
“Harapannya, siapapun walikotanya nanti, festival ini harus terus dilanjutkan. Sineas Indonesia saat ini sudah sangat dihormati oleh negara-negara luar, dan kita tentu ingin perfilman kita maju terus. Di sinilah letak pentingnya LOFF; jika kita ingin ada regenerasi dan wajah-wajah baru di industri film, jalannya adalah melalui festival seperti ini,” ujar Nirina saat launching LOFF 2026, Jumat 22 Mei 2026.
Festival film pendek yang memasuki tahun kedua tersebut dinilai telah membuka ruang ekspresi baru bagi para kreator lokal, khususnya generasi muda di Kota Semarang. Antusiasme tinggi terhadap penyelenggaraan LOFF juga disebut menjadi sinyal positif berkembangnya ekosistem perfilman daerah.
Nirina mengaku salut terhadap konsistensi Pemerintah Kota Semarang dalam menghadirkan festival film yang berorientasi pada regenerasi industri kreatif. Bahkan, langkah tersebut dianggap layak dijadikan contoh bagi kota-kota lain di Indonesia.
“Indonesia sekarang perfilmannya maju terus dan para filmmaker kita sudah di-respect negara-negara luar. Ini salah satu cara untuk menghadirkan regenerasi dan wajah-wajah baru. Saya salut dengan Ibu Wali Kota yang membuat festival ini dan semoga bisa diikuti daerah lain juga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
