Perempatan Balamoa Tegal Ditutup Total, Pengendara Kelimpungan Cari Jalan Tikus
DITUTUP - Kondisi perempatan jalan Pasar Balamoa Pangkah, Kabupaten Tegal yang sedang ditutup total, Kamis (21/5/2026).--
SLAWI, diswayjateng.id - Perempatan Jalan Pasar Balamoa, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, ditutup total memicu keluhan dari para pengendara dan pedagang. Jalur vital yang selama ini menjadi penghubung arus kendaraan dari utara menuju selatan maupun dari timur ke barat itu mendadak lumpuh akibat proyek pengecoran jalan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Mei 2026.
Akibat penutupan tersebut, para pengguna jalan terpaksa memutar arah dan mencari jalan alternatif melalui jalan desa yang sempit.
Tidak sedikit pengendara yang kebingungan lantaran minimnya penunjuk arah di lokasi penutupan.
Perempatan Pasar Balamoa selama ini dikenal sebagai salah satu titik lalu lintas tersibuk di Kabupaten Tegal. Jalur itu menjadi akses utama kendaraan dari arah Pantura menuju Slawi maupun sebaliknya.
Selain itu, kendaraan dari wilayah Warureja yang hendak menuju Adiwerna juga biasa melintas di titik tersebut.
Namun sejak Rabu (20/5) malam, akses itu ditutup total. Sejumlah kendaraan roda empat maupun roda dua terlihat berputar arah setelah mendapati jalan tidak bisa dilalui.
Desta (30), pengendara mobil asal Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, mengaku kaget saat mengetahui jalan ditutup. Dia mengaku tidak mendapatkan informasi sebelumnya terkait penutupan total perempatan tersebut.
“Biasanya saya lewat Balamoa kalau mau ke Slawi. Tahu-tahu ditutup total. Akhirnya harus cari jalan tembus lewat desa-desa,” keluhnya, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, penutupan jalan itu sangat mengganggu aktivitas masyarakat karena akses tersebut merupakan jalur utama. Apalagi, kata dia, sosialisasi dinilai minim sehingga banyak pengendara baru mengetahui setelah tiba di lokasi.
“Harusnya ada pemberitahuan jauh-jauh hari atau petunjuk jalan yang jelas. Ini banyak pengendara bingung, muter-muter cari jalan alternatif,” ujarnya.
Keluhan serupa juga datang dari para pedagang di sekitar Pasar Balamoa. Penutupan jalan membuat aktivitas pasar ikut terdampak.
Pembeli dari berbagai arah berkurang drastis karena akses menuju pasar sulit dilalui.
Tuti (43), salah satu pedagang di sekitar pasar, mengaku terpaksa tidak berjualan karena sepinya pembeli sejak jalan ditutup.
“Biasanya ramai pembeli dari arah utara sama barat. Sekarang banyak yang tidak bisa masuk ke pasar karena jalan ditutup,” tuturnya.
Dia berharap pengerjaan jalan bisa selesai tepat waktu agar aktivitas ekonomi masyarakat kembali normal. Sebab, jika penutupan berlangsung lebih lama, pedagang kecil menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.
“Kalau terlalu lama ya kasihan pedagang. Pembeli sepi, dagangan juga tidak laku,” ungkapnya.
Pantauan di lokasi, sejumlah kendaraan memilih masuk ke jalan-jalan desa di sekitar Balamoa hingga wilayah Kecamatan Tarub. Namun kondisi jalan alternatif yang sempit membuat arus kendaraan tersendat, terutama saat kendaraan besar melintas.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Tegal, Teguh Dwijanto Rahardjo, membenarkan adanya penutupan total di Perempatan Pasar Balamoa. Penutupan dilakukan untuk mendukung proses pengecoran jalan.
“Penutupan selama tiga hari, mulai Rabu malam sampai Jumat. Saat ini sedang dilakukan pembetonan jalan,” katanya.
Dia meminta masyarakat bersabar selama proses pengerjaan berlangsung. Menurutnya, perbaikan jalan dilakukan demi meningkatkan kualitas infrastruktur dan kenyamanan pengguna jalan ke depan.
“Pengendara bisa menggunakan jalan desa atau jalan kabupaten di sekitar Balamoa dan Tarub sebagai jalur alternatif,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, juga membenarkan penutupan total perempatan tersebut. Pemerintah daerah meminta masyarakat memahami kondisi tersebut karena perbaikan jalan dinilai penting demi kelancaran akses transportasi jangka panjang.
Meski demikian, di lapangan banyak warga berharap pemerintah lebih matang dalam melakukan rekayasa lalu lintas maupun sosialisasi sebelum penutupan dilakukan. Sebab, tanpa informasi yang jelas, penutupan jalan justru memicu kepadatan di jalur-jalur kecil dan membuat masyarakat kerepotan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
