12 Ribu Lebih Uang Palsu Dimusnahkan di Solo
Ribuan lembar uang palsu berbagai pecahan dimusnahkan jajaran Polresta Solo bersama Bank Indonesia Kantor Perwakilan Solo, Selasa 19 Mei 2026. -Istimewa-
SOLO, diswayjateng.id - Ribuan lembar uang palsu berbagai pecahan dimusnahkan jajaran Polresta SOLO bersama Bank Indonesia Kantor Perwakilan SOLO, Selasa 19 Mei 2026. Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar di halaman Mako 2 Polresta SOLO.
Total terdapat 12.270 lembar uang palsu yang dimusnahkan. Seluruhnya merupakan hasil penyortiran dan penemuan dari bank serta perusahaan jasa pengelola uang di wilayah Solo Raya selama beberapa bulan terakhir.
Sebelum dibakar, petugas memperlihatkan tumpukan uang palsu yang telah dipilah berdasarkan pecahan. Uang-uang tersebut kemudian dimasukkan ke tong pembakaran dan dimusnahkan di hadapan jajaran kepolisian serta pihak Bank Indonesia.
Kapolresta Solo, Catur Cahyono Wibowo, mengatakan pemusnahan dilakukan setelah seluruh barang bukti memperoleh penetapan resmi dari pengadilan.
“Total ada 12.270 lembar uang palsu yang dimusnahkan hari ini. Ini hasil penyerahan dari bank dan perusahaan pengelola jasa keuangan setelah dilakukan penyortiran,” ujarnya kepada wartawan.
Dari data yang dihimpun, uang palsu yang dimusnahkan didominasi pecahan menyerupai Rp100 ribu sebanyak 7.575 lembar dan pecahan Rp50 ribu sebanyak 4.528 lembar. Sisanya berupa pecahan menyerupai Rp20 ribu, Rp10 ribu, Rp5 ribu hingga Rp2 ribu.
Kapolresta menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya jaringan besar pengedar uang palsu di Kota Solo. Menurutnya, mayoritas uang palsu tersebut ditemukan saat proses transaksi dan setoran tunai masyarakat di perbankan.
“Ini bukan hasil pengungkapan kasus besar. Sebagian besar ditemukan saat bank melakukan sortir uang setoran masyarakat,” jelasnya.
Meski demikian, polisi tetap mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat menerima uang tunai, terutama di pasar tradisional, pusat keramaian, maupun lokasi transaksi langsung lainnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Dwiyanto Cahyo Sumirat, mengatakan pihaknya terus menggencarkan edukasi mengenai ciri-ciri keaslian rupiah melalui metode 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang.
“Kami ingin masyarakat semakin paham mengenali ciri uang asli sehingga bisa lebih cepat mendeteksi jika ada uang palsu yang beredar,” katanya.
Selain kepada masyarakat umum, BI Solo juga mulai memperluas edukasi ke lingkungan sekolah melalui program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah agar pemahaman tentang keaslian uang dapat dikenalkan sejak dini kepada pelajar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
