Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Miskin, Dinsos Tegal Gelar Rakor Program Bansos Sembako

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Miskin, Dinsos Tegal Gelar Rakor Program Bansos Sembako

BANSOS SEMBAKO - Kepala Dinas Sosial memimpin gelar rakor Bansos Sembako.--

SLAWI, diswayjateng.id - Program penanggulangan kemiskinan perlu dilaksanakan secara sinergis dan pentahelic yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah, dunia usaha, serta masyarakat. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin melalui bantuan sosial, pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan usaha ekonomi mikro dan kecil, serta pengurangan kantong- kantong kemiskinan.

Sejalan hal tersebut Dinas Sosial Kabupaten Tegal mengambil peran untuk mengambil langkah-langkah strategis agar pelaksanaan di lapangan berjalan lancar dan optimal, serta mencari solusi permasalahan yang timbul dalam penyaluran bantuan sosial sembako melalui kegiatan rapat koordinasi.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tegal, Tri Guntoro didampingi Plt Kabid Linjamsos dan Kebencanaan, Makmur SKM menyebut dari kegiatan ini diharapkan dapat menyamakan gerak dan langkah dalam mensukseskan program dari Pemerintah Pusat yang dialokasikan di Kabupaten Tegal.

"Kegiatan ini diikuti Camat se Kabupaten Tegal, TKSK, dan ketua Tim PKH. Dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan sinergitas para pemangku kepentingan terkait pelaksanaan Program sembako di Kabupaten Tegal," ujarnya Selasa (19/5).

Selebihnya dari giat rakor kali ini juga diharapkan dapat meningkatkan sinergitas dan kesamaan persepsi dalam rangka pelaksanaan program sembako di tingkat Kabupaten Tegal.

"Dan yang terpenting terlaksananya pendampingan sosial penyaluran Bantuan Sosial sembako murni dengan mendorong graduasi KPM agar mandiri dan berdaya," cetusnya.

Ditegaskan untuk mencapai penurunan kemiskinan secara signifikan pemerintah menetapkan empat strategi penanggulangan kemiskinan. Salah satunya dilakukan dengan mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin dan rentan melalui pelaksanaan kartu kesejahteraan sebagai alat integrasi berbagai program bantuan sosial dan subsidi.

"Untuk mendukung akurasi dan efektivitas pelaksanaan, pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang secara terus menerus dimutakhirkan dan berbagai pakai melalui sistem serta diperkuat melalui teknoligi digital dalam penyaluran," ungkapnya.

 

Pihaknya juga menegaskan bahwa untuk memastikan penyaluran program sembako dilakukan secara tepat waktu, tepat jumlah dan tepat sasaran sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan maka perlu dilakukan koordinasi, pemantauan dan evaluasi untuk mengetahui kendala, permasalahan dan perbaikan program selanjutnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait