Tukar Guling Lahan RS Bhayangkara Dituding Sarat Masalah, Polresta Pati Buka Suara

Tukar Guling Lahan RS Bhayangkara Dituding Sarat Masalah, Polresta Pati Buka Suara

Massa menyoroti dugaan tukar guling lahan proyek RS Bhayangkara Pati. --

PATI, diswayjateng.id- Proses tukar guling di lahan Desa Tambahmulyo yang rencananya dibangun Rumah Sakit Bhayangkara Polresta Pati, mendapat sorotan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). 

Sorotan penggunaan tanah di Desa Tambahmulyo di Kecamatan Jakenan ini, mencuat saat kegiatan penyampaian pendapat oleh AMPB di depan Mapolresta Pati kemarin lusa. 

Dalam aksi tersebut, massa meminta penjelasan Kapolresta Pati terkait status lahan yang rencananya digunakan untuk pembangunan Rumah Sakit Bhayangkara berlantai empat. 
Legalitas Lahan RS Bhayangkara Pati Diungkap Wakapolresta Pati Kompol Anwar--

Kapolresta Pati melalui Plt Wakapolresta Pati Kompol Anwar menyampaikan, lahan tersebut merupakan tanah negara.

Selain itu, proses pengajuan pembangunan rumah sakit telah dilengkapi dengan sejumlah dokumen pendukung. 

Menurut Anwar, dokumen perizinan tersebut telah disampaikan pihak Polresta Pati sebagai bentuk keterbukaan dalam proses penanganan dan penjelasan kepada masyarakat.

“Tanah tersebut merupakan tanah negara dan seluruh proses administrasi telah dilengkapi dengan dokumen pendukung yang sah,” ujar Kompol Anwar kepada massa. 

Ia menjelaskan, dokumen yang dilampirkan meliputi Surat Keterangan Bukan Aset Pemda dari Bupati Pati dan Surat Keterangan Bukan Aset Pemerintah Desa Tambahmulyo dari Kepala Desa Tambahmulyo.

"Serta surat rekomendasi pembangunan Rumah Sakit dari Bupati Pati. Selain itu, juga terdapat surat keterangan bahwa tanah tersebut bukan aset yang sedang dalam sengketa, " terang Anwar. 

Selanjutnya, pihak Polresta Pati juga menyertakan surat kuasa dari Kapolresta Pati kepada Kabaglog untuk pensertifikatan tanah. Kemudian dilengkapi surat pengantar pengajuan pensertifikatan tanah, serta fotokopi sertifikat dan dokumen pendukung lainnya. 

Pembangunan Rumah Sakit Bhayangkara bertingkat empat tersebut, kata Anwar, nantinya diharapkan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Tambahmulyo dan wilayah sekitar. 

"Terutama dalam peningkatan layanan kesehatan maupun dampak ekonomi masyarakat, " Imbuhnya. 

Sedangkan terkait pengelolaan area parkir RS Bhayangkara nantinya, lanjut Anwar, akan dikelola oleh Karang Taruna Desa Tambahmulyo dan warga sekitar. 

"Hal itu sebagai bentuk pemberdayaan warga lokal. Keberadaan rumah sakit diharapkan tidak hanya memberikan layanan kesehatan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar, " kata Anwar. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait