Mobil Layanan Mata Diluncurkan, RS William Booth dan Rotary Perluas Akses Kesehatan Mata Keliling

Mobil Layanan Mata Diluncurkan, RS William Booth dan Rotary Perluas Akses Kesehatan Mata Keliling

Peluncuran mobil layanan kesehatan mata keliling di RS William Booth Semarang kerja sama dengan Rotary International di RS William Booth Senin 11 Mei 2026-Umar Dani -

SEMARANG, diswayjateng.com – Akses layanan kesehatan mata di Indonesia dinilai masih belum merata, terutama bagi masyarakat kurang mampu, anak-anak, dan lansia yang kesulitan mendapatkan pemeriksaan mata secara rutin.

 Untuk memperluas jangkauan pelayanan, RSU William Booth Semarang bersama Rotary International meluncurkan mobil layanan kesehatan mata keliling yang akan digunakan untuk kegiatan skrining dan edukasi kesehatan mata di berbagai wilayah.

Direktur Utama RSU William Booth Semarang, drg. Erwita, mengatakan mobil layanan mata tersebut diharapkan mampu menjangkau masyarakat hingga ke pelosok kampung dan sekolah-sekolah yang selama ini sulit memperoleh akses pemeriksaan mata.

“Kami menyadari masih banyak masyarakat yang belum pernah melakukan screening mata karena faktor jarak dan keterbatasan biaya. 

Mobil mata ini diharapkan membawa harapan baru dengan hadir dari kampung ke kampung, dari sekolah ke sekolah, dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia menegaskan, rumah sakit bersama para dokter spesialis mata telah berkomitmen aktif melakukan pelayanan di luar rumah sakit melalui program pemeriksaan mata keliling.

Mobil layanan tersebut juga terbuka untuk kolaborasi dengan Dinas Kesehatan, sekolah, komunitas, maupun berbagai program sosial lainnya seperti UKS dan Posyandu Lansia.

Selain menjadi sarana pemeriksaan mata, mobil layanan itu juga dilengkapi berbagai perangkat penunjang seperti refraktometer,

alat pemeriksaan ketajaman penglihatan, hingga fasilitas edukasi kesehatan mata bagi siswa, guru, dan orang tua.

Ketua Pelaksana Program sekaligus District Governor Rotary Year 2025/2026 District 3420 Indonesia, Dyah Anggraeni, menjelaskan layanan dimulai dari proses skrining untuk menentukan kondisi mata pasien.

Jika ditemukan gangguan tertentu, pasien akan diarahkan untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

“Dengan sistem ini kita juga bisa mengedukasi siswa, orang tua, maupun guru mengenai kesehatan mata dan pentingnya pemeriksaan sejak dini,” kata Dyah.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya menyediakan layanan pemeriksaan mata gratis, tetapi juga pelatihan skrining sederhana bagi guru dan masyarakat agar deteksi dini gangguan penglihatan dapat dilakukan lebih cepat di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Kita men-training para guru agar bisa melakukan skrining sederhana sehingga deteksi dini gangguan penglihatan bisa dilakukan lebih cepat,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait