Rapimwil PKB Jateng Tekankan Penguatan Ideologi dan Spiritualitas Partai
Suasana Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Hotel Patra Jasa Semarang, Minggu 10 Mei 2026-Umar Dani -
SEMARANG, diswayjateng.com – Pengurus dan anggota Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) diminta tidak melupakan nilai ideologi dan spiritualitas dalam menjalankan roda organisasi partai.
Pesan itu disampaikan Ketua DPW PKB Jawa Tengah, Sarif Abdillah, saat membuka Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) PKB di Hotel Patra Jasa Semarang, Minggu 10 Mei 2026.
Menurut Sarif, nilai ideologi dan spiritualitas menjadi fondasi penting yang harus terus dijaga seluruh kader PKB di tengah dinamika politik saat ini.
Sarif menekankan pentingnya mengembalikan semangat perjuangan partai seperti saat menghadapi Pemilu 1999.
Menurutnya, PKB perlu kembali pada ruh perjuangan sebagai partai yang lahir dari dukungan para kiai.
“Maka mari kita kembalikan ruh kita, perjuangan kita seperti halnya tahun 1999. Kembalikan lagi semangat ideologi kita, kembalikan lagi semangat partai kita supaya di tahun 2029 PKB menang seperti tahun 1999,” ujar Sarif.
Ia mengatakan, penandatanganan komitmen oleh seluruh ketua DPC PKB se-Jateng menjadi bagian dari upaya memperkuat soliditas partai menjelang kontestasi politik mendatang.
“Dengan penandatanganan komitmen ketua DPC PKB Se-Jateng kita juga mengukuhkan mengawali program kegiatan masyura atau majelis ulama rakyat. Kami berterima kasih sekali yang hadir dari DPW lengkap, full time. Ada Pak Muhamad Maksum, bapak sekretaris dan dewan syuro partai,” jelasnya.
Sarif juga menyinggung lunturnya ideologi dan spiritualitas politik yang dinilai berdampak pada meningkatnya praktik politik uang dalam pemilu.
“Dalam momentum menata dapil, menata strategi bertarung, dan ada satu hal ideologi dan spiritualitas kita yang mulai hilang di partai kita. Maka apa yang terjadi, yaitu money politic semakin tinggi,” katanya.
“Karena PKB pilar politik Nahdliyin, PKB adalah pilar politik bangsa. Karena bangsa kita lahir bersamaan dengan Nahdliyin. Pondasi partai kita dari doa, dari harapan para kiai kita, kita rekatkan kembali kita sowani kembali dawuhe nopo kiai begitu,” lanjutnya.
“Nilai ideologi dan spiritualitas nampaknya mulai hilang di partai kita, sehingga perlu kita gali kembali,” kata Sarif dalam sambutannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran DPP PKB yang hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk KH Saiful Maksum dan Gus Badawi yang disebut sebagai penggagas acara.
Kegiatan yang dikemas dalam Majelis Musyawarah Ulama dan Rakyat (Masura) itu turut dihadiri jajaran pengurus Dewan Syura PKB.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


