Pengunaan Tenaga Surya Masif Dikampanyekan di Lingkup Kampus di Kudus

Pengunaan Tenaga Surya Masif Dikampanyekan di Lingkup Kampus di Kudus

Mahasiswa kampus UMKU menciptakan kursi tunggu bertenaga surya dilengkapi stopkontak hingga lampu tenaga surya. --

KUDUS , diswayjateng.id- Pemanfaatan tenaga surya kini mulai masif dikampanyekan di lingkungan kampus di Kabupaten Kudus. Dengan tenagasurya yang ramah lingkungan dikonversikan menjadi aliran listrik. 

Dengan penggunaan tenaga surya ini, diharapkan kebutuhan energi listrik tidak tergantung pada listrik kampus yang dipasok dari jaringan PLN. 

Penggunaan tenaga surya ini salah satunya dilakukan di lingkup Universitas Muhammadiyah Kudus. Mahasiswa kampus setempat menciptakan kursi tunggu bertenaga surya. 
Dengan tenaga surya diharapkan kebutuhan energi listrik tidak tergantung pada listrik kampus yang dipasok dari jaringan PLN. --

Kursi tunggu ini cukup istimewa, yakni dilengkapi stopkontak hingga lampu dengan mengandalkan pasokan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Kursi tunggu shelter karya mahasiswa Teknik Industri UMKU ini, bisa dimanfaatkan siapapun untuk mengisi daya baterai handphone sampai laptop.

"Jadi shelter ini ramah lingkungan, tidak tergantung pada listrik kampus ataupun PLN," ujar Kukuh Mukti Wibowo selaku Dosen mata kuliah Proses Manufaktur prodi S1 Teknik Industri UMKU. 

Kursi tunggu inovatif yang diberi nama "PLTS Industrial Shelter" ini, kata Kukuh, berukuran tinggi 2,5 meter dan panjang 2,1 meter. Bahan yang digunakan untuk merakit shelter meliputi besi hollow kotak, kayu, PVC board dan spandek pasir sebagai atap. 

Kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Surya Industrial Shelter ini, imbuh Kukuh, merupakan hasil karya para mahasiswi angkatan tahun 2024 prodi Teknik Industri UMKU.

"Shelter ini bisa digunakan civitas academica UMKU untuk menunggu atau sekadar nongkrong sambil mengerjakan tugas. Karena selain kursi, kami juga menyediakan meja," terang Kukuh. 

Setelah mampu membangun shelter, Kukuh berharap mahasiswa S1 Teknik Indsutri UMKU terus berinovasi. Mulai dari belajar membuat alat yang bermanfaat bagi lingkungan kampus dan berinovasi untuk masyarakat secara umum. 

Sementara itu, Ahmad Kafin Zuda Azka yang ikut terlibat membangun PLTS Industrial Shelter ini, mengaku senang bisa menyelesaikan karya tersebut bersama 21 rekan seangkatannya. 

Meski proses pengerjaan membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 3 bulan, namun semua proses dapat lalui dengan lancar. 

Dimulai dari shelter ini, Kafin dan mahasiswa lainnya memiliki harapan menjadikan UMKU sebagai "Green Campus". Yakni konsep perguruan tinggi ramah lingkungan.

Inovasi shelter karya mahasiswa angkatan 2024 ini, juga mendapat apresiasi dari Kaprodi S1 Teknik Industri UMKU, Nunung Agus Firmansyah S.T., M.T. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait