Begini Jurus Dinarpusda Grobogan Genjot Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat

Begini Jurus Dinarpusda Grobogan Genjot Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat

Suasana Bimtek Literasi Informasi Perpustakaan di Aula Dinarpusda Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (5 Mei 2026). (Achmad Fazeri/Disway Jateng)--

GROBOGAN, diswayjateng.com - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Dinarpusda) Kabupaten Grobogan terus menggenjot Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), salah satunya dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi Perpustakaan.

 

Sedikitnya ada tiga narasumber berkompeten dihadirkan dalam bimtek literasi yang digelar di Aula Lantai 2 Dinarpusda setempat pada Selasa (5 Mei 2026) tersebut. Yaitu Agus Hery Susanto (Asesor Perpustakaan), Aris Triono (SPO SOF Grobogan PT Tisera Distribution), dan Nurdiyah Aristyani (Praktisi Tallent Mapping Grobogan).

 

"Kami berharap bimtek ini bisa menjadi langkah strategis meningkatkan IPLM," terang Kepala Dinarpusda Kabupaten Grobogan Supriyanto membuka acara bimtek literasi tersebut.

 

Supriyanto menyampaikan, di tengah informasi yang mengalir sangat deras dan cepat seperti saat ini, tidak hanya memberikan kemudahan, namun juga tantangan besar mengenai keabsahan dan kualitas informasi.

 

"Bimtek ini kami selenggarakan juga bertujuan untuk membekali bapak ibu sebagai seorang pustakawan, guru, atau pegiat literasi dalam menyaring informasi dengan kemampuan teknis," jelasnya.

 

Menurut Supriyanto, literasi informasi bukan lagi sekadar kemampuan untuk membaca dan menulis, melainkan juga suatu kemampuan dalam menemukan, mengevaluasi, maupun menganalisis informasi secara bijak dan cerdas.

 

"Kami ingin memastikan masyarakat mampu membedakan antara fakta dan hoaks, sehingga tercipta masyarakat yang cerdas maupun melek informasi," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perpustakaan Dinarpusda Grobogan, Kurniawan menyebutkan, pelaksanaan Bimtek dijadwalkan mulai dari awal Mei sampai Oktober 2026, dengan peserta meliputi pengelola perpustakaan desa maupun sekolah, pustakawan, pegiat literasi, serta guru dari tingkat PAUD sampai SMA atau sederajat.

 

"Targetnya sebanyak 650 peserta, dan bimtek hari ini khusus untuk guru serta para pengelola perpustakaan sekolah tingkat SMA atau SMK se-Kabupaten Grobogan," bebernya.

 

Kurniawan berharap melalui bimtek ini dapat meningkatkan literasi maupun akreditasi perpustakaan di sekolah se Kabupaten Grobogan dan mendorong masyarakat supaya gemar membaca, dimana tujuan akhirnya adalah mampu meningkatkan IPLM di Grobogan.

 

"Alhamdulillah, untuk IPLM Kabupaten Grobogan setiap tahunnya mengalami peningkatan. Tahun 2026 ini masuk peringkat sepuluh besar se-provinsi Jawa Tengah," pungkasnya.

Seorang peserta Bimtek, Leni Deswita, mengaku dirinya mendapatkan banyak hal dari bimtek tersebut. Antara lain bagaimana cara mengenali hobi, bakat serta kesukaan peserta didik tentang koleksi perpustakaan sekolah maupun kiat-kiat perpustakaan sekolah mudah mendapatkan akreditasi.

 

"Dinarpusda Kabupaten Grobogan pun siap mendampingi sekolah sampai mendapatkan akreditasi," terang Leni, pengelola perpustakaan dari SMKN 2 Purwodadi, Kabupaten Grobogan.

 

Leni pun berharap, setelah bimtek ini, Dinarpusda Grobogan turun langsung ke perpustakaan sekolah, sehingga jika ada kekurangan ataupun kelebihan dijadikan sebagai acuan ke depannya. Dengan demikian, diharapkan terjadi perubahan-perubahan hingga mampu memajukan perpustakaan sekolah.

 

"Kami mendukung bimtek yang seperti ini, karena dapat menambah wawasan pustakawan sekolah sehingga mampu memajukan perpustakaan sekolahnya serta mendorong murid meningkatkan minat baca," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait