Mobil Pengantar Jemaah Haji Grobogan Tertemper KA Argo Bromo, Empat Orang Meninggal
Proses evakuasi mobil pengantar jemaah haji Grobogan yang tertabrak kereta api di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jumat dini hari (1 Mei 2026). (Istimewa)--
GROBOGAN, diswayjateng.com - Sebuah mobil rombongan pengantar jemaah haji Grobogan tertemper kereta api (KA) Argo Bromo di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jumat dini hari (1 Mei 2026). Akibat kejadian itu, empat orang meninggal dunia.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif membenarkan peristiwa tersebut.
"Perjalanan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir - Surabaya Pasarturi tertemper mobil di JPL 52 KM 29+800 jalur hulu antara Stasiun Panunggalan – Stasiun Kradenan pada pukul 02.52 WIB," katanya saat dikonfirmasi Jumat pagi (1 Mei 2026).
Luqman mengatakan, akibat kejadian temperan tersebut, KA Argo Bromo Anggrek Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Kradenan pukul 02.54 WIB, untuk dilakukan pemeriksaan kondisi sarana.
Setelah itu, KA Argo Bromo berangkat kembali dari Stasiun Kradenan pukul 02.56 WIB seusai dinyatakan aman oleh Awak Sarana Perkeretaapian (ASP).
“PT KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan atas kejadian tersebut,” tuturnya.
Luqman mengimbau agar masyarakat tidak berkegiatan di jalur kereta api. Hal tersebut sesuai dengan pasal 181 ayat (1) UU 23 tahun 2007 tentang Perekeretaapian.
"Dalam ayat (1) pasal itu menyatakan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api; atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api," terangnya.
Luqman menyampaikan, KAI Daop 4 Semarang juga akan terus melakukan penyampaian imbauan keselamatan baik itu di internal maupun eksternal sebagai upaya preventif dalam rangka menekan angka kecelakaan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Grobogan, Iptu Arie Eko menyebutkan, kejadian bermula ketika mobil Avanza putih bernopol H 1060 ZP melaju dari selatan ke utara. Mobil tersebut dihuni oleh sembilan orang yang merupakan rombongan pengantar jemaah haji.
"Akibat kejadian tersebut empat orang meninggal dunia, dan ada dua orang luka ringan saat ini dibawa ke RSUD,” ujarnya.
Arie menyampaikan kronologi kejadian, bermula dari arah barat ke timur, lewat KA Argo Bromo Anggrek sekitar pukul 02.50 WIB.
Saat itu, kondisi berkabut sehingga jarak pandang pun terbatas. Sedangkan, palang perlintasan tanpa pintu dan kecelakaan tak terhindarkan.
"Berdasar hasil olah TKP sementara, kecelakaan disebabkan adanya kabut karena jarak pandang yang terbatas," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: