Dari Coretan Liar ke Karya Bernilai, Tembok Rutan Solo Disulap Jadi Galeri Edukasi
Tembok rutan yang sebelumnya kerap menjadi sasaran coretan liar kini justru jadi ruang proyek untuk mural dan grafiti.-Istimewa-
SOLO, diswayjateng.id -- Upaya mengubah wajah kota sekaligus menekan aksi vandalisme dilakukan dengan cara tak biasa di Rumah Tahanan Negara (Rutan) SOLO.
Tembok rutan yang sebelumnya kerap menjadi sasaran coretan liar kini bertransformasi menjadi ruang seni terbuka yang sarat pesan edukatif.
Alih-alih sekadar mempercantik tampilan fisik, proyek mural dan grafiti ini diarahkan sebagai solusi jangka panjang dalam mengatasi vandalisme.
Pendekatan yang digunakan bukan lagi sebatas penindakan, melainkan menyediakan ruang legal bagi para seniman untuk berekspresi secara positif.
Kolaborasi antara Rutan Solo, Pemerintah Kota Solo, dan PT Indaco Warna Dunia, menghadirkan puluhan karya visual dengan beragam tema, mulai dari budaya lokal, nasionalisme, hingga pesan sosial.
Hasilnya, kawasan yang sebelumnya terkesan kaku kini berubah menjadi titik baru yang menarik perhatian publik.
Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, menilai pendekatan ini sebagai strategi edukatif yang lebih efektif dibanding sekadar larangan. Menurutnya, menyediakan ruang ekspresi justru dapat mengurangi potensi pelanggaran.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: