300 Hektar Tambak Mangunharjo Terdampak Rob, Produksi Ikan Payau Menurun

300 Hektar Tambak Mangunharjo Terdampak Rob, Produksi Ikan Payau Menurun

Rob pesisir yang terus melanda Mangunharjo, Semarang, merendam 300 hektar tambak hingga merusak galengan dan menurunkan produksi ikan payau-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan

SEMARANG, Diswayjateng.com — Sekitar 300 hektar tambak di kawasan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, dilaporkan terdampak rob pesisir yang terus terjadi, sehingga aktivitas budidaya ikan payau mengalami penurunan hasil secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi ini disebut dipicu oleh kombinasi abrasi pantai dan kenaikan muka air laut yang menggerus struktur tambak. 

Dampak rob pesisir di Mangunharjo tersebut telah menyebabkan kerusakan pada galengan tambak yang selama ini menjadi penahan air, sehingga saat air laut pasang, batas-batas lahan budidaya tidak lagi terlihat dan fungsi tambak menjadi terganggu.

Akibatnya, produktivitas petambak tradisional menurun dan sebagian lahan dinilai tidak lagi layak untuk digunakan. 

Selain itu, fenomena rob yang berulang juga disebut telah memaksa para petambak untuk mengubah pola usaha mereka, baik dengan meninggalkan lahan maupun beralih ke sektor lain yang dianggap lebih bertahan terhadap kondisi lingkungan pesisir yang terus berubah. 

Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang, Soenarto, menyatakan bahwa luas tambak yang terdampak mencapai ratusan hektar berdasarkan hasil diskusi dengan para petambak setempat. 

“Kemarin hasil diskusi kami dengan teman-teman di lapangan itu hampir 300 hektar terdampak kondisi alam seperti ini,” ujarnya, Jumat 24 April 2026. 

Ia menjelaskan bahwa saat air laut surut, struktur galengan tambak masih dapat terlihat, namun ketika rob datang, bagian tersebut hilang akibat terendam. 

“Kalau sudah terkena rob, galengan itu hilang. Kondisi lahan jadi tidak potensial lagi untuk budidaya ikan air payau,” katanya. 

Perubahan kondisi lingkungan pesisir Mangunharjo juga disebut telah mendorong pergeseran aktivitas ekonomi masyarakat tambak.

Sebagian petambak dilaporkan mulai meninggalkan metode tradisional dan memilih berpindah lokasi yang lebih aman dari rob. 

Di sisi lain, beberapa lahan tambak yang terdampak justru telah dialihfungsikan menjadi lokasi pemancingan yang dikemas sebagai wisata alternatif, sebagai upaya mempertahankan pendapatan di tengah keterbatasan budidaya ikan. 

Fenomena rob pesisir yang merusak tambak tidak hanya terjadi di Kota Semarang, namun juga telah dilaporkan meluas ke sejumlah wilayah Pantai Utara Jawa lainnya seperti Demak, Kendal, dan Pekalongan.

Kondisi ini dinilai sebagai persoalan lintas daerah yang membutuhkan penanganan berskala nasional. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: