DPRD Semarang Dorong Diskon PBB 10 Persen, Strategi Kejar PAD yang Tertinggal di Awal 2026
Wakil DPRD Kota Semarang, Suharsono menyoroti Kinerja pendapatan daerah triwulan I 2026 Kota Semarang dilaporkan masih berada di bawah target -Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, Diswayjateng.com – Kinerja pendapatan daerah triwulan I 2026 Kota Semarang dilaporkan masih berada di bawah target yang diharapkan, sehingga optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dinilai perlu segera dipacu untuk menopang berbagai kebutuhan pembangunan yang telah direncanakan pemerintah daerah sejak awal tahun anggaran.
Kondisi realisasi pendapatan daerah awal tahun yang belum maksimal tersebut disebut sebagai pola berulang yang kerap terjadi pada periode Januari hingga April, di mana penerimaan daerah cenderung belum mengalami peningkatan signifikan akibat faktor siklus pembayaran dan partisipasi wajib pajak yang belum merata.
Upaya percepatan peningkatan PAD kemudian ditempuh melalui kebijakan diskon Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) 10 persen yang diberlakukan sejak Maret hingga Mei 2026, sebagai langkah strategis untuk mendorong kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan sekaligus memperkuat kas daerah di awal tahun.
Kebijakan tersebut dinilai sebagai stimulus fiskal yang diharapkan mampu mengakselerasi penerimaan daerah, terutama pada triwulan pertama yang selama ini dikenal sebagai periode dengan capaian yang relatif rendah.
“Memang tantangan kita sekarang ini di awal tahun, biasanya medio Januari sampai April itu rata-rata pendapatannya belum bisa maksimal,” ujar Wakil DPRD Kota Semarang, Suharsono, saat dimintai keterangan, Jumat 24 April 2026.
Ia menambahkan, langkah pemberian insentif berupa potongan pajak tersebut dipandang sebagai bentuk dorongan konkret agar masyarakat segera melakukan pembayaran PBB sehingga penerimaan daerah dapat lebih cepat terkumpul.
“Kami mengapresiasi pemerintah kota adanya diskon pajak PBB sejak awal Maret sampai nanti Mei dengan diskon 10 persen. Saya kira itu salah satu upaya untuk mendorong percepatan pendapatan,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: