Rakor Kecamatan Berdaya, Nina Agustin : Momentum Perkuat Peran Kecamatan
MENANDATANGI : Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, saat ikut hadir Rakor Kecamatan Berdaya Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. Foto : Ist/ Erna Yunus Basri--
SALATIGA, diswayjateng.com - Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, menegaskan Rapat Koordinasi Kecamatan Berdaya Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, momentum penting dalam memperkuat peran kecamatan.
Hal ini diungkapkan Nina Agustin, ditengah kegiatan berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Kamis 16 Kamis 2026.
Rapat Koordinasi Kecamatan Berdaya Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 ini, dihadiri seluruh Kepala Daerah/ Wakil seluruh Jateng.
Disampaikan Nina, Rapat Koordinasi ini sebuah sarana memperkuat sinergi Pemda Kota Salatiga dengan Pemerintahan daerah dengan Provinsi Jawa Tengah.
BACA JUGA: Beri Peringatan Keras ke Seluruh SPPG di Salatiga, Ketua Satgas MBG Nina Agustin Ancam Menghadap BGN
BACA JUGA: Nina Agustin di Peringatan Hari Desa Nasional: Kota Salatiga Penyanggah Desa Sekitarnya
Kegiatan ini sekaligus, menjadi momentum penting dalam memperkuat peran kecamatan.
"Rapat Koordinasi Kecamatan Berdaya Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 sebagai penghubung strategis antara pemerintah kabupaten/kota, provinsi, hingga kementerian dengan desa dan masyarakat sekaligus momentum penting dalam memperkuat peran kecamatan," tandasnya.
Sementara, dalam arahannya, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menekankan pentingnya integrasi dan kolaborasi dalam mendukung visi Jawa Tengah sebagai provinsi maju dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, program Kecamatan Berdaya merupakan upaya untuk menjangkau sekaligus memberdayakan masyarakat yang selama ini belum tersentuh secara optimal oleh program pembangunan.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen mengalokasikan anggaran sebesar Rp.131 miliar guna mendorong 22 program prioritas di seluruh kecamatan.
BACA JUGA: Tanda Tresna Pemkot Salatiga, Nina Agustin Serahkan Insentif kepada Satlinmas
BACA JUGA: Muscab PKB Salatiga Hasilkan 7 Nama Bakal Calon Ketua DPC, Tunggu Keputusan DPP
"Salah satu fokus utama adalah pemberdayaan pemuda melalui program Kartu Zilenial, yang bertujuan meningkatkan kemandirian generasi muda agar dapat berkembang di desa tanpa harus bergantung pada urbanisasi," ungkap Guburnur..
Ia menyampaikan bahwa dengan luas wilayah mencapai 3,3 juta hektare dan jumlah penduduk hampir 38 juta jiwa, peran camat sangat krusial dalam mengoordinasikan 7.810 desa dan 753 kelurahan.
Selain itu, program Perempuan Berdaya juga dihadirkan untuk menjangkau kelompok rentan, seperti lansia, perempuan kepala keluarga, masyarakat belum mandiri, serta penyandang disabilitas melalui sinergi dengan PKK dan perangkat daerah terkait.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menginstruksikan kepada para bupati dan wali kota agar segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) penetapan kecamatan lokus program.
BACA JUGA: Pengembangan Tanaman Sorgum di Salatiga, Langkah Strategis Hadapi Tantangan Pangan
Hal ini dinilai penting, mengingat penyesuaian program, kegiatan, maupun pembiayaan tidak dapat dilakukan sebelum struktur Kecamatan Berdaya terbentuk secara resmi di masing-masing daerah.
Berdasarkan laporan yang disampaikan, saat ini baru terdapat rata-rata empat kecamatan di setiap kabupaten/kota yang telah tersentuh program Kecamatan Berdaya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

