Suhu Kawah Naik Drastis Status Gunung Slamet Waspada, Jalur Pendakian Ditutup
WASPADA - Jalur pendakian Gunung Slamet ditutup sementara karena saat ini statusnya Level II atau waspada.--
SLAWI, diswayjateng.com - Aktivitas vulkanik Gunung Slamet menunjukkan gejala yang patut diwaspadai. Dalam beberapa hari terakhir, suhu kawah melonjak tajam hingga menyentuh 463 derajat Celcius, menjadi sinyal kuat adanya pergerakan magma yang kian mendekati permukaan.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada kebijakan penutupan total seluruh jalur pendakian sejak 5 April 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi, menyusul eskalasi aktivitas yang dinilai cukup signifikan.
Berdasarkan data pemantauan drone thermal, lonjakan suhu terjadi dalam waktu singkat. Dari sebelumnya sekitar 200 derajat Celcius, suhu meningkat menjadi 411 derajat, lalu kembali meroket hingga 463 derajat Celcius pada 4 April 2026.
Kenaikan cepat ini memperkuat indikasi bahwa magma terus bergerak naik ke lapisan yang lebih dangkal.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Slamet, M Rusdi, menjelaskan bahwa peningkatan suhu tersebut juga diikuti perubahan deformasi tubuh gunung.
“Ini menunjukkan adanya suplai energi dari magma ke bagian atas,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Seiring perkembangan tersebut, zona bahaya pun diperluas dari radius 2 kilometer menjadi 3 kilometer dari puncak. Meski status masih berada di Level II (Waspada), masyarakat, pendaki, dan wisatawan diminta tidak beraktivitas di dalam radius tersebut.
“Potensi erupsi tetap ada. Seperti langit mendung, bisa saja hujan turun, tapi juga bisa kembali cerah,” kata Rusdi.
Menariknya, dari sisi kegempaan justru terjadi penurunan aktivitas. Kondisi ini bukan berarti situasi membaik, melainkan mengindikasikan magma telah berada di kedalaman yang lebih dangkal dibanding fase awal, saat gempa vulkanik cenderung meningkat.
Perubahan juga terpantau dari deformasi di stasiun pemantauan Blambangan pada ketinggian 1.500 mdpl. Jika sebelumnya terjadi inflasi, kini bergeser menjadi deflasi dengan tonjolan baru yang terdeteksi di ketinggian 1.800 mdpl.
Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa magma terus bergerak naik dan menyuplai energi ke permukaan.
Dengan kondisi yang terus dinamis, masyarakat di sekitar lereng Gunung Slamet diimbau tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, sembari mematuhi seluruh rekomendasi dari petugas berwenang.
"Masyarakat tetap harus waspada," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



