Pasar Johar Semarang Disulap Bangkit Lagi: Pasar Maling Comeback, 600 Pedagang Sudah Antre

Pasar Johar Semarang Disulap Bangkit Lagi: Pasar Maling Comeback, 600 Pedagang Sudah Antre

Pasar Johar Semarang disiapkan kembali ramai dengan menghadirkan pedagang Pasar Maling dan program Jolari.-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan

SEMARANG, Diswayjateng.com — Upaya untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di Pasar Johar SEMARANG tengah dilakukan oleh Dinas Perdagangan (Disdag) Kota SEMARANG. Kondisi Pasar Johar SEMARANG saat ini disebut masih sepi dari aktivitas jual-beli sehingga berbagai strategi mulai disiapkan. 

Salah satu langkah yang tengah dirancang adalah pemberian ruang bagi pedagang barang bekas atau yang dikenal sebagai Pasar Maling untuk berjualan di dalam Pasar Johar Semarang. Keberadaan pedagang tersebut dinilai pernah menjadi daya tarik tersendiri yang melekat pada citra Pasar Johar Semarang. 

Disdag Kota Semarang, mengaktifan kembali Pasar Maling disebut sebagai bagian dari strategi untuk menggerakkan roda perekonomian di Pasar Johar Semarang. Selain itu, optimalisasi fungsi pasar juga didorong sebagai respons terhadap arahan dari pemerintah pusat terkait revitalisasi pasar tradisional. 

Kepala Disdag Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, menyampaikan bahwa kondisi Pasar Johar Semarang yang belum ramai menjadi perhatian dalam pengajuan bantuan pembangunan pasar ke pemerintah pusat. 

“Pasar Johar ini harus hidup dan ramai. Jadi pada saat saya ke Kementerian Perdagangan soal rencana pembangunan, baik Pasar Penggaron maupun Bangetayu, jawabannya pemerintah pusat belum bisa membantu selama Johar tidak ramai. Dari situlah saya punya tanggung jawab moral,” ujarnya, Senin 6 April 2026. 

Ruang untuk pedagang Pasar Maling telah disiapkan di area Pasar Johar Tengah, tepatnya di lantai 2 hingga 4. Lokasi tersebut dipilih karena banyaknya lapak kosong yang sebelumnya ditinggalkan pedagang. 

Usulan untuk menghidupkan kembali Pasar Maling juga disebut datang dari masyarakat. Gagasan tersebut kemudian dipertimbangkan sebagai langkah untuk mengembalikan ikon lama sekaligus mendorong perputaran ekonomi. 

“Kebetulan masyarakat juga mengusulkan untuk menghidupkan kembali ikonnya Johar Pasar Maling. Saya bilang, kenapa tidak, selama itu untuk menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus menghidupkan Pasar Johar,” ungkapnya. 

Para pedagang Pasar Maling disebut telah memiliki wadah komunitas. Oleh Disdag, mereka yang selama ini berjualan di sejumlah titik jalan, seperti di kawasan Kokrosono, didorong untuk berpindah ke dalam pasar. 

Pendaftaran bagi pedagang telah dibuka dengan kuota awal sebanyak 100 orang. Namun, jumlah pendaftar disebut telah melampaui angka tersebut. 

“Kita sudah buka pendaftaran 100, tapi yang daftar sudah tembus 600 pedagang. Kita ingin pedagang Pasar Maling jangan jualan di pinggir jalan dan masuk ke Pasar Johar,” jelasnya. 

Selain itu, program baru bertajuk Jolari (Johar Malam Hari) juga tengah disiapkan untuk menambah aktivitas ekonomi. Program tersebut direncanakan akan ditempatkan di area pelataran pasar dengan konsep yang menyerupai kawasan perdagangan malam. 

“Hari ini kita lihat Pasar Johar masih sepi. Konsep Jolari itu akan ditempatkan di area pelataran, gambarannya seperti di Pekojan,” tandasnya.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait