Deteksi Dini Penyakit Wanita, Puskesmas Tanon II Luncurkan Inovasi
Kepala Puskesmas Tanon II, dr. Rita Wulandari, M.Kes saat melakukan sosialisasi inovasi Sekawan Cantik Manis. (Istimewa)--Mukhtarul Hafidh / diswayjateng.id
SRAGEN, diswayjateng.com — Permasalahan kesehatan wanita, khususnya penyakit tidak menular, masih menjadi perhatian yang tak terlewatkan dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Terutama, mengenai penyakit kanker serviks dan kanker payudara yang merupakan dua jenis kanker terbanyak pada perempuan.
Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) tahun 2020, terdapat sekitar 36.000 kasus baru kanker serviks dan 65.000 kasus baru kanker payudara setiap tahunnya di Indonesia.
Kondisi ini menunjukkan pentingnya upaya pencegahan dan deteksi dini yang lebih kuat di tingkat pelayanan kesehatan primer.
"Di wilayah kerja Puskesmas Tanon II, jumlah wanita usia subur sebagai sasaran pemeriksaan terus meningkat dari tahun ke tahun. Namun, meskipun target pemeriksaan IVA dan SADANIS telah ditingkatkan hingga 90 persen, partisipasi masyarakat masih perlu didorong," ucap dr. Rita Wulandari, M.Kes.
Diungkapkan Rita, kurangnya pengetahuan, rasa malu dan takut, serta keterbatasan media mengenai tentang edukasi yang berkelanjutan menjadi tantangan dalam meningkatkan kesadaran deteksi dini kanker pada perempuan.
Guna menjawab tantangan tersebut, Puskesmas Tanon II menghadirkan inovasi pelayanan publik bernama SEKAWAN CANTIK MANIS (Saluran Seputar Kesehatan Wanita Cegah Kanker dengan Test IVA Sekalian SADANIS). Inovasi ini memanfaatkan WhatsApp sebagai saluran edukasi dan komunikasi kesehatan wanita yang lebih mudah dijangkau. Puskesmas Tanon II menghadirkan edukasi yang lebih dekat dan berkelanjutan, sehingga masyarakat lebih memahami pentingnya pemeriksaan IVA dan SADANIS.
"Melalui SEKAWAN CANTIK MANIS, wanita usia subur mendapatkan informasi rutin mengenai deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara, jadwal layanan pemeriksaan, serta kemudahan untuk berkonsultasi dan mendaftar pemeriksaan," jelasnya.
Dengan adanya perkembangan digital yang kian melaju pesat, melalui inovasi yang diluncurkan Puskesmas Tanon II diharapkan inovasi ini mampu meningkatkan kesadaran, mengurangi hambatan psikologis, serta mendorong peningkatan cakupan pemeriksaan IVA dan SADANIS secara berkelanjutan, khususnya dalam pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Tanon II.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: