Kasus Penyakit Jantung dan Gagal Ginjal di Tegal Meningkat Drastis

Kasus Penyakit Jantung dan Gagal Ginjal di Tegal Meningkat Drastis

WAWANCARA - Direktur RSUD dr Soeselo Slawi, dr. Guntur M. Taqwin, didampingi Wakil Direktur dan Toha Laka laka, saat wawancara sejumlah awak media, Kamis (2/4/2026).--

SLAWI, diswayjateng.com – Di balik kesibukan ruang perawatan, denyut ancaman penyakit katastropik kian terasa di RSUD dr Soeselo Slawi, Kabupaten Tegal. Kasus penyakit jantung dan gagal ginjal terus menunjukkan tren meningkat, menjadi sinyal kuat bahwa persoalan kesehatan masyarakat tak lagi bisa dipandang sebelah mata.

Jumlah pasien jantung bahkan telah mencapai ribuan. Hipertensi disebut sebagai salah satu faktor risiko utama yang mendominasi. Namun, akar persoalan tak berhenti di situ. Gaya hidup dan pola makan masyarakat ikut memperparah kondisi.

Konsumsi makanan tinggi garam dan lemak, jika berlebihan, menjadi “bom waktu” yang perlahan menggerogoti kesehatan.

Direktur RSUD dr Soeselo Slawi, dr. Guntur M. Taqwin, mengungkapkan, tingginya kasus jantung tercermin dari padatnya layanan tindakan medis.

Dalam sehari, rata-rata terdapat hingga lima tindakan kateterisasi jantung (cat-lab), termasuk tindakan darurat pemasangan ring pada pasien dengan penyumbatan pembuluh darah.

“Kalau tidak segera ditangani, bisa berisiko kematian mendadak. Ini yang menjadi perhatian kami,” kata Guntur, Kamis (2/4/2026).

Di tengah tekanan kasus yang tinggi, RSUD dr Soeselo terus memperkuat kapasitas layanan. Sebagai rumah sakit tipe B sekaligus rujukan di Kabupaten Tegal, kini masyarakat tak perlu lagi dirujuk ke luar kota untuk mendapatkan layanan lanjutan, khususnya penanganan jantung.

Fasilitas intervensi kardiovaskular seperti catheterization laboratory (cat-lab) telah berjalan optimal. Layanan ini tak hanya untuk penyakit jantung koroner, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk penanganan stroke non-hemoragik. 

Kabar baiknya, layanan tersebut telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sehingga dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.

“Pelayanan jantung sudah ditanggung BPJS. Ini sangat membantu, terutama bagi masyarakat yang sebelumnya harus dirujuk ke kota besar,” ujarnya.

Tak hanya jantung, ancaman gagal ginjal juga menjadi perhatian serius. Guntur menyebut, angka kasus terus meningkat dengan antrean pasien yang cukup panjang. Upaya penguatan layanan pun dilakukan, termasuk optimalisasi layanan urologi untuk menangani batu ginjal yang bisa menjadi pemicu gagal ginjal.

Sementara itu, tren penyakit lain seperti stroke juga mengalami pergeseran. Jika dulu identik dengan usia lanjut, kini justru mulai banyak menyerang usia muda.

Kondisi ini mempertegas bahwa perubahan pola hidup masyarakat membawa konsekuensi nyata.

“Sekarang stroke tidak hanya menyerang usia lanjut. Usia muda juga sudah banyak. Kami sudah siapkan layanan lengkap, mulai dari dokter spesialis saraf hingga bedah saraf,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: