Walikota Pekalongan Tak Setuju WFH, Lebih Pilih ASN Bersepeda
Walikota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid di kawasan Kantornya, Rabu 1 April 2026-Disway Jateng/ Bakti Buwono-
PEKALONGAN, diswayjateng.com — Wacana penerapan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) mendapat sorotan dari Wali Kota PEKALONGAN, Afzan Arslan Djunaid. Wali Kota PEKALONGAN secara tegas menyatakan tidak sepakat dengan kebijakan tersebut jika diterapkan di daerahnya.
Menurutnya, WFH berpotensi menurunkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
“Saya termasuk yang tidak setuju dengan WFH,” ujarnya di kantor walikota Pekalongan, Rabu 1 April 2026.
Ia menilai sistem kerja dari rumah bisa membuat ASN kurang optimal dalam menjalankan tugas. Selain itu, ASN tetap menerima gaji penuh meski tidak hadir langsung di kantor.
BACA JUGA: Bupati Batang Warning Calo Rekrutmen Perangkat Desa, Tegaskan Tak Ada Pungli
BACA JUGA: Razia di Kota Pekalongan, Polres Sita 76 Balon Liar dan 684 Petasan
“Tidak bekerja di kantor, tidak melayani langsung, tapi gajinya tetap utuh,” tegasnya.
Sebagai alternatif, ia mendorong kebijakan hemat energi tanpa harus mengurangi kehadiran ASN. Salah satunya dengan tetap masuk kantor namun menggunakan moda transportasi ramah lingkungan.
ASN didorong untuk berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan angkutan umum. Langkah ini dinilai lebih relevan dibandingkan menerapkan WFH.
“Kalau tujuannya hemat energi, ya tetap ngantor tapi opsinya jalan kaki atau naik sepeda,” jelasnya.
Ia juga menilai kondisi geografis Kota Pekalongan masih sangat memungkinkan untuk kebijakan tersebut. Jarak antarwilayah dinilai tidak terlalu jauh sehingga mobilitas ASN relatif mudah.
BACA JUGA: Patroli Subuh Polres Pekalongan Kota Sita 58 Balon Liar dan Ratusan Petasan
BACA JUGA: Tradisi Syawalan Pekalongan, Lopis Raksasa 2 Ton Dipotong Jadi Perekat
Berbeda dengan kota besar seperti Jakarta, Semarang, atau Surabaya yang memiliki jarak tempuh lebih panjang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


