Ribuan Warga Menyaksikan Keindahan Festival Balon Pekalongan 2026
Festival Balon Pekalongan 2026 di Stadion Hoegeng Kota Pekalongan, 28 Maret 2026--Mukhtarom
PEKALONGAN, diswayjateng.com - Puluhan Balon aneka motif dan corak indah mengudara di Stadion Hoegeng, Kota PEKALONGAN, Sabtu 28 Maret 2026. Acara Festival Balon ini digelar dalam rangka menyambut syawalan usai perayaan Idul Fitri 1447 Hijriyah.
Acara yang digelar oleh Air Nav dan Pemkot Pekalongan ini sebagai langkah melestarikan budaya penerbangan balon di Kota Pekalongan saat syawalan atau tujuh hari usai lebaran.
Acara bertajuk "Pekalongan Festival Balloon 2026" ini diikuti oleh 40 tim peserta dari Pekalongan dan sekitarnya yang telah melewati babak sebelumnya.
Setiap tim wajib menerbangkan balon namun harus diikat atau ditambatkan dengan ketinggian mulai 10 hingga 20 meter.
Aneka corak batik khas pekalongan, kakarter film kartun, pahlawan hingga motif abstrak aneka warna menjadi corak-corak menarik yang membuat Fstival Balon Pekalongan nampak megah dan meriah.
Ribuan penonton turut menyaksikan dari tribun stadion sembari mengabadikan momen indah Festival Balon Pekalongan di lapangan.
"Seru dan meriah, motif balon tidak ketinggalan dengan motif batik pekalongan. Dengan adanya festival ini kreatifitas masyarakat berkembang dan membantu untuk tidak mengganggu lalulintas penerbangan, ini sangat meriah sekali," ungkap Claudia, salah seorang pengunjung.
Balon yang nampak indah tersebut oleh peserta telah disiapkan beberapa bulan sebelumnya. Balon dibuat dengan berbahan kertas, motif yang cukup rumit pun bisa diterapkan badan balon tersebut. Agar bisa terbang, ruang balon diisi dengan asap.
"Corak balon ini mengenai Pekalongan, seperti batik ,ikon pekalongan, intinya menceritakan keindahan kota Pekalongan. Balon dibuat sekitar empat bulan sampai tidak tidur. Alhamdulillah kegiatan ini bisa mengurani balon liar," tutur, Muhammad Taufik, peserta Fest8val Balon Pekalongan 2026.
Balon Liar Masih Terlihat di Jalur Udara Pekalongan Direktur Keselamatan Airnav Indonesia, Nur Cahyo Utomo, mengungkapkan di tahun ini masih terdeteksi adanya balon udaya yang diterbangkan secara liar dan mengancam keselamatan penerbangan, meski jumlahnya menurun dibanding tahun lalu.
"Tahun lalu sampai dengan lebaran plus dua puluh, tercatat ada 51 laporan pilot adanya balon. Tahun ini sampai dengan tanggal 20 Maret sampai hari ini, tercatat ada 21 laporan pilot," ungkapnya.
Namun keberadaan balon liar tersebut tidak hanya di Jawa Tengah, namun juga di Jawa Timur. Airnav mengucapkan terima kasih kepada warga yang sudah tidak menerbangkan balon secara liar.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat pecinta balon udara yang sudah mematuhi untuk menerbangkan balon tetapi dengan diikat. Jadi balonnya tetap bisa dinikmati, tradisinya tetap, tapi keselamatan bersama tetap dijaga," imbuh Nurcahyo.
Diakui lalulintas penerbangan di atas Wilayah Pekalongan merupakan jalur terpadat se Indonesia. Di atas Kota Pekalongan jalur arus lintas penerbangan disebut sebagai W45 atau Whiskey Four Five.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:






