5 Hari Posko Mudik PMI Semarang Layani 50 Pemudik, 15 Alami Kelelahan di Jalan
Posko mudik PMI Kota Semarang dan pramuka mencatat 50 layanan kesehatan dalam 5 hari, termasuk 15 kasus kecelakaan ringan akibat kelelahan pemudik.-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, Diswayjateng.com — Posko mudik gabungan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang bersama Pramuka terus memberikan layanan kesehatan bagi para pemudik yang melintas di wilayah Kota Semarang. Hingga hari kelima operasional, tercatat lebih dari 50 pemudik telah mendapatkan pelayanan di pos siaga Lebaran tersebut.
Kepala Markas PMI Kota Semarang, dr. Anna Kartika Yuli Astuti, M. Biomed, menyampaikan bahwa layanan yang diberikan tidak hanya sebatas tempat istirahat, tetapi juga mencakup pertolongan pertama dan pemeriksaan kesehatan ringan.
“Ini sampai hari ini sekitar lebih dari 50 orang yang sudah mampir ke pos siaga Lebaran ini. Selain sebagai rest area untuk istirahat, kami juga melayani pertolongan pertama dan pemeriksaan kesehatan,” ujarnya, Selasa 17 Maret 2026.
Ia menambahkan, sebagian besar pemudik yang datang hanya membutuhkan pemeriksaan ringan dan istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Hingga saat ini, belum ada kasus yang memerlukan rujukan ke rumah sakit.
“Kami juga menyiapkan ambulans apabila dibutuhkan untuk rujukan. Tapi alhamdulillah sampai hari ini semua dalam kondisi sehat, hanya pemeriksaan biasa saja,” katanya.
Posko tersebut mulai beroperasi sejak Jumat, 13 Maret, dan direncanakan berlangsung hingga 20 Maret di wilayah Kecamatan Tugu. Sementara itu, layanan di Markas PMI tetap siaga selama 24 jam hingga masa Lebaran berakhir.
Dalam catatan petugas, sekitar 15 pemudik sempat mendapatkan penanganan pertolongan pertama, mayoritas disebabkan kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh.
“Rata-rata karena kelelahan. Jadi hanya membutuhkan obat ringan dan istirahat,” jelas Anna.
Selain itu, sekitar 45 pemudik tercatat singgah untuk beristirahat sementara sebelum melanjutkan perjalanan ke berbagai daerah tujuan di Jawa Tengah, seperti Solo dan Yogyakarta.
Dalam sehari, jumlah pemudik yang mampir ke posko tersebut rata-rata lebih dari 15 orang. Untuk menunjang operasional, PMI Kota Semarang menyiapkan sekitar 70 personel yang bertugas secara bergantian dalam tiga shift.
Tidak hanya layanan kesehatan, posko juga menyediakan kebutuhan tambahan bagi pemudik seperti makanan ringan dan minuman. Bahkan, pada hari tertentu, petugas membagikan ratusan paket takjil.
“Hari ini kami membagikan sekitar 250 paket takjil dan sudah habis dibagikan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: