Konflik Timur Tengah Bikin Waswas, 40 Jemaah Umrah Asal Jateng Masih di Makkah

Konflik Timur Tengah Bikin Waswas, 40 Jemaah Umrah Asal Jateng Masih di Makkah

Tertahan: Puluhan jamaah Indonesia masih tertahan di Arab Saudi karena konflik global.-dok. warga-Wahyu Sulistiyawan

SEMARANG, Diswayjateng.com – Memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada kekhawatiran penyelenggara perjalanan ibadah umrah di Indonesia. Sejumlah biro perjalanan mengaku terus memantau perkembangan situasi, terutama terkait kepastian jadwal kepulangan dan keberangkatan jemaah.

Kepala Cabang Utama Hasanah Tour and Travel Semarang, Rita, menyampaikan bahwa saat ini satu rombongan umrah yang diberangkatkan pihaknya masih berada di Arab Saudi. Rombongan berjumlah sekitar 40 orang itu berangkat pada 28 Februari 2026 dan dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 8 Maret 2026.

“Kalau disebut tertahan sebenarnya belum, karena memang rangkaian ibadahnya masih berlangsung. Namun tetap saja ada rasa cemas, terutama soal apakah nanti bisa pulang sesuai jadwal,” ujar Rita saat dihubungi, Minggu 2 Februari 2026.

Berdasarkan laporan yang diterima dari pendamping di lapangan, situasi di Makkah dan Madinah masih dalam kondisi kondusif. Aktivitas ibadah berjalan normal tanpa gangguan keamanan.

“Di sana aman, kegiatan ibadah tetap seperti biasa. Tidak ada laporan gangguan. Yang membuat resah justru perkembangan berita konflik dari luar wilayah itu,” katanya.

Meski demikian, kekhawatiran kini bergeser pada jadwal keberangkatan berikutnya. Hasanah Tour telah menjadwalkan dua kloter umrah pada 7 Maret dan 30 Maret 2026, masing-masing membawa sekitar 35 jemaah.

“Untuk keberangkatan 7 Maret ini masih kami pantau terus. Kami menunggu kepastian situasi dan perkembangan penerbangan,” jelas Rita.

Rita menjelaskan, jemaah menggunakan penerbangan langsung rute Jakarta–Jeddah sehingga tidak melalui negara-negara transit yang dilaporkan sempat terdampak penutupan wilayah udara, seperti Singapura, Dubai, maupun Qatar.

“Kami menggunakan penerbangan direct Jakarta–Jeddah. Tidak melewati jalur yang ditutup total. Harapannya tetap bisa berjalan sesuai rencana, tapi kami tetap siapkan langkah antisipasi,” ujarnya.

Pihaknya mengaku terus berkoordinasi dengan maskapai dan manajemen hotel di Arab Saudi untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal, termasuk skenario terburuk apabila terjadi pembatalan penerbangan.

Mayoritas jemaah yang diberangkatkan berasal dari Jawa Tengah, meskipun ada pula peserta dari beberapa provinsi lain.

Rita berharap pemerintah Indonesia dapat berperan aktif menjaga stabilitas serta memastikan perlindungan bagi warga negara yang sedang menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Harapan kami situasi segera terkendali. Jemaah bisa berangkat, beribadah, dan kembali ke tanah air dengan aman tanpa rasa cemas,” tuturnya.

Terpisah, Komisaris Hasanah Pusat sekaligus Kepala Cabang Utama Wonogiri, Rabbani, yang saat ini mendampingi jemaah di Makkah memastikan kondisi rombongan dalam keadaan sehat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: