372 Peserta Ikuti Penyisihan MHQ 10 Juz 2026 di MAJT, 10 Terbaik Lolos Grand Final

372 Peserta Ikuti Penyisihan MHQ 10 Juz 2026 di MAJT, 10 Terbaik Lolos Grand Final

Babak penyisihan MHQ 10 Juz 2026 di MAJT Semarang diikuti 372 peserta dari NTT hingga Kalimantan. Kualitas hafalan dinilai baik oleh dewan hakim.-dok. majt-Wahyu Sulistiyawan

SEMARANG, Diswayjateng.com – Sebanyak 372 peserta dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam babak penyisihan Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) 10 Juz 2026 yang digelar di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kota Semarang. 

Ratusan penghafal Al-Qur’an tersebut mengikuti seleksi dengan sistem penjurian daring untuk memperebutkan 10 tiket menuju babak grand final.

Ajang yang diselenggarakan Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an MAJT bersama Baznas ini menghadirkan peserta dari Kota Semarang, Kudus, Grobogan, hingga luar daerah seperti Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, DI Yogyakarta, bahkan Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan.

Ketua Panitia MHQ, Muh Syaifudin, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa seluruh peserta layak mendapatkan apresiasi, bukan hanya mereka yang melaju ke babak akhir.

“Kenapa semua peserta perlu diberi sertifikat? Karena pada hakikatnya semua peserta itu adalah juara,” tegasnya, Sabtu 28 Februari 2026.

Menurutnya, para peserta telah menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga hafalan Al-Qur’an di tengah tantangan zaman. Ia menyebut mereka sebagai generasi muda yang mampu mengalahkan rasa malas dan hawa nafsu, serta memilih mengisi waktu dengan aktivitas yang lebih bermakna.

“Manakala banyak anak muda menghabiskan waktu untuk bersenang-senang, para peserta MHQ justru memilih mengorbankan waktunya untuk menghafal Al-Qur’an. Ini Masya Allah, kita harus memberikan apresiasi yang setidak-tidaknya bisa menjadi penyemangat bagi mereka,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa selain hadiah uang pembinaan dan sertifikat bagi finalis, seluruh peserta tetap akan memperoleh sertifikat penghargaan sebagai bentuk pengakuan atas perjuangan mereka.

Di akhir sambutannya, Syaifudin mengajak seluruh pihak untuk mendoakan kelancaran musabaqah agar mendapat ridha Allah SWT serta membawa keberkahan hingga akhir rangkaian kegiatan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan.

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada segenap peserta. Pada hakikatnya, Anda semua adalah juara,” tuturnya.

Babak penyisihan MHQ tahun ini melibatkan 22 hakim yang melakukan pengujian secara daring melalui Zoom. Setiap hakim menguji antara 18 hingga 20 peserta.

Koordinator Hakim, Prof. Dr. Tholhatul Khoir, menjelaskan bahwa sistem penilaian dilakukan melalui metode undian. Peserta diminta memilih nomor amplop yang telah disiapkan panitia, kemudian menjawab tiga pertanyaan untuk menguji kekuatan hafalan dan ketepatan bacaan.

“Dari sisi hafalan, mayoritas peserta sudah menguasai materi 10 juz dengan baik. Untuk tajwid dan makharijul huruf, rata-rata sudah terlatih karena mereka adalah santri tahfidz,” terangnya saat ditemui di sela-sela penjurian.

Meski demikian, ia menilai aspek keindahan bacaan atau nagham menjadi faktor pembeda di antara peserta. Dalam salah satu sesi penjurian yang dipimpinnya, dari sembilan peserta yang hadir, hanya dua yang menonjol dalam ketartilan dan kualitas suara.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: